Silaturahim, Mampir ke ‘Curug Tujuh’

Pekan kemaren kami sekeluarga silaturahim lagi ke rumah salah satu kawan lamanya keluarga di daerah Sanding Taman masuk ke Kec. Kawali Kab. Ciamis. Rencananya berangkat bareng dari Tasik pagi- pagi, tapi ternyata ahad pagi ada acara di rumahnya si akang, syukuran hari lahirnya ponakannya yang ke-4.

Siang, sekitar jam 11, kami berangkat ke Sanding Taman via Ciamis- Maleber- Buniseuri-Selacai-Kawali… Alhamdulillah, cukup lama ga jalan- jalan ke wilayah dataran tinggi, bahkan kemarin adalah kali pertama aku melewati jalur pegunungan wilayah Ciamis pake motor dan sedikit gerimis…

Subhanallah pemandangan yang menyejukan, indah udaranya pun masih segar, jalannya sedikit berkelok dan bergelombang… dan satu lagi ada sepanjang dihiasi poster dan foto para Calon legislatif… hampir setiap meter… Entah berapa banyak dana yang telah disisihkan untuk kemenangan mereka… Mungkin klo ada lomba foto Caleg, foto- foto itu bisa masuk nominasi bahkan masuk final dan jadi pemenang, karena tak sedikit foto yang keren, dengan pose yang fotogenik… Apa diusulkan diadakan kontes pemilihan foto Caleg ter-……? Ah, semakin menghabiskan dana mungkin…

Jam 11.40… sekitar 40 menit perjalanan dengan motor akhirnya kami sampai di daerah Sanding Taman dan berhasil menemukan rumah Pa Aep… disuguhi rambutan manis dan menikmati pemandangan dari balkon sederhana yang tak kalah menarik, darisana terlihat hamparan padi dan senandung air mengalir… wahangan.

Tak menunggu lama, hidangan ikan bakar dan sambal terasi serta sambal kecap pun tersaji, lalapan timun, pete, tempe dan tahu goreng sederhana, namun nikmat dan hangat dihangatkan suasana kekeluargaan dengan sedikit bernostalgia…

Setelah cukup terang dan hujan reda, kami meneruskan wisata ke salah satu air terjun di wilayah Kab. Ciamis “Curug Tujuh”. Curug berarti air terjun dalam bahasa sunda. Jadi curug tujuh bisa diartikan sebagai air terjun tujuh [iya ya??], knapa tujuh? Karena di kawasan wisata ini ada tujuh tingkatan air terjun, dari air terjun pertama hingga air terjun tingkat ke tujuh.
Tapi kemarin, kami hanya sampe di air terjun pertama, selain cuaca kurang mendukung, jalan yang cukup licin dan sedikit gerimis menambah suasana semakin dingin… kami sekeluarga memutuskan untuk meneruskannya lain waktu…

Hmm… Subhanallah, satu lagi karya besar Sang Khalik, air terjun bertingkat hingga tujuh tingkat, satu saja sudah membuat kita takjub… Subhanallah, Rabbi, jadikanlah kami bagian dari umat yang berfikir, hingga kami mampu memikirkan dan mengambil pelajaran dari ayat- ayat Mu… Bahkan kami masih bisa menikmati segarnya air dan sejuknya menghirup udara, nikmat yang gratis Kau berikan, namun mungkin tak semua makhluk bisa menikmatinya… Alhamdulillah…

curugtujuh

curugtujuh

8 Tanggapan

  1. kadang nuansa begitu hampa ketika paku-paku cahaya tidak lagi tertancapkan dalam dada dan menjadikan semua keindahan didepan mata menjadi sirna. maka dimana cinta dimana ada dunia nyata dimana ada manusia. tak akan ada lagi maknanya manusia manusia yang berjalan tanpa mengenal tanda tanya. menanyakana apa saja yang ada didepannya untuk menjadi semakin bodoh, dan dalam kebodohannya itulah ia menyadari satu hal yang nyata : bahwa ada yang Maha Cerdas di sana. dinegeri yang penuh cahaya. tidak lagi perlu paku-paku tajam yang dihujamkan melalui tiap tahajud. tidak perlu paku-paku tajam yang dihujamkan melalui langkah-langkah menuju jihad. tidak perlu paku-paku tajam yang dihujamkan untuk menjaga izzah. maka semuanya menjadi nyata disana. namun itu disana kawan. dinegeri ini masih membutuhkan paku-paku yang ditancapkan dengan kokoh di dalam hati. biar cahayanya menerangi rongga itu dan menjadikannya nyata. bahwa cinta antara engkau saudariku dengan lembayungmu itu adalah karena paku cahaya itu. hingga tidak terasa luka sebab semuanya dilandaskan pada cinta agung lainnya: Mencintai Yang Maha Pecinta. maka takbirkanlah berulang kali, tasmidkan berulang kali untuk mengenang masa lalu. dan memandang pemandangan di depan mata itu dalam prespektif ilahiah. yeah.. dalam naungan Al Quran saudariku. dan lembayungmu., adalah penanda surga dalam sore yang mulai memeluk horizon Jogjakarta. AA Yagi, maaf aku belum menemukan kata-kata untuk dijadikan pembuktian janjiku di bangku depan pernikahan antum itu. maaf, dari seorang Omaru Syahrevu, Umar Syahafif, Umar Heru, Heru Pramono, atau siapapun yang kini telah menjadi satu dalam satu tubuh ini. afwan jiddan…

  2. amiin omar, umar, heru pramono… ato siapapun yang kini bersatu dengan mu… jazakallah khairan katsiraa… Smoga karena cinta pada Nya, smoga setiap jalan yang dilalui slalu diterangi cahaya Nya… ah… saudaraku, smoga Allah mencintai mu dan memasukan kita dalam golongan orang- orang yang berada dalam naungan cinta Nya…

    omar, kau tau? diri ini terkadang iri dengan mu dengan awan krisan itu… iri dengan apa yang Allah titipkan pada kalian… tapi bukankah Allah Maha Bijaksana? Rabb, Cukupkan aku dengan bersyukur dan bersabar atas apapun yang menyertai ku… Ikhtiar & Smangat!! be SmartSholeha…

    Istiqomah!!

  3. oya omar, aku juga iri dengan siapapun yang bisa lebih baik dari sebelumnya… aku iri dengan para pelukis dan pengukir sejarah… yah! aku pun akan berusaha melukis sejarah baru… seperti mu, seperti awan, seperti krisan, seperti lembayungku, seperti para mujahid dan mujahidah, seperti orang yang berkarya nyata… Istiqomah!!

    mengerjakan sesuatu lebih mudah daripada memikirkan sesuatu, begitukah?

  4. subhanalloh.. keren curug tujuhnya. dengan begitu, kadang badan ini ingin memeluk alam. ciamis?? jadi inget bili. lama ndak ngobrol, no-nya lagi eror kali ya. kangen….

  5. iyah… keren lho mi… itu baru tingkat 1… klo sampe tingkat tujuh… wah aku blom pernah mi…
    iya apa kabar bili? kayaknya mesti ngasih reward buat mas bili miu…

  6. wahangan : klo di Panambangan, genangan air itu kami sebut ‘hawangan’. Tinggal dibaik deh Ukht.

    @ attien
    Ciyeh.. kangen sama adek nih ye.., Sama-lah Mi. Aku juga merindukannya. Wah, gimana kalo kita mempertemukan adek-adek kita? He he he.. [obsesi seorang kakak].

  7. iya po chan??
    beragam banget ya bahasa??

    obsesi seorang kakak? obsesi ku jg… hmmm kayaknya adekku paling nyantai… lempeng aja… alias no comment… kapan2 dipertemukan, insyaAllah…
    amiin…

  8. Takjub banget ..

Tinggalkan Balasan