Selalu indah dan menarik. Selalu segar dan menyegarkan. Itulah pagi. Pagi bisa jadi akan menentukan keadaan selama satu hari hingga malam tiba. Jika pagi nya saja sudah semrawut, bagaimana siangnya, sorenya, lalu malamnya?? Membuat setiap pagi terasa lebih menyenangkan itu lebih baik dan berusaha tak memulai masalah di pagi hari. Pagi menjadi realitas bagi pencinta malam. Setelah semalam membuat rencana. Setelah semalam bercengkrama hanya dengan dirinya sendiri dan Rabb-nya, maka pagi saat berbagi. Menyenangkan bukan?
Seorang istri dan ibu akan memulai paginya dengan memberikan yang terbaik untuk suami dan anak- anaknya. Sebuah senyum bisa membuat si kecil tak menangis saat bangun pagi. Menyiapkan sarapan, perlengkapan kerja ayah dan rutinitas pagi lain terasa menyenangkan meskipun akan membuat pagi lebih sibuk. Seorang ayah dan suami pun begitu. Dan sang anak karena ia mengawali paginya dengan menyenangkan, ia akan siap berbagi ‘kebaikan’ dengan teman- temannya. Maka pagi sangat menentukan.
Sebegitu pentingkah? Bagi ku iya. Dulu semasa sekolah, uang saku akan diberikan setelah sarapan. Mungkin sepele hanya uang saku dan mengandung sedikit pemaksaan ternyata tidak, sarapan mengandung manfaat yang luar biasa, anak memiliki bekal energi yang cukup untuk beraktifitas, berdasarkan penelitian anak yang sarapan di rumah cenderung memiliki konsentrasi yang lebih baik dari yang tidak sarapan. Dan satu hal dalam sarapan terkandung kasih sayang ibu. Bayangkan, jika ibu memulai pagi- nya dengan memberikan yang terbaik maka ia akan memasak dengan penuh cinta [itu bumbu paling mantap dari sebuah masakan, akan beda rasanya jika masak hanya dengan bumbu biasa, coba aja!]. Dan sekarang, menyiapkan sarapan adalah hal yang menyenangkan. Itu baru sarapan. Bukankah ada banyak hal yang bisa dilakukan di pagi hari?
Dan pagi akan terasa lebih indah jika mengawali nya dengan keindahan pula. Lalu kapankah pagi dimulai? Bukan hanya saat matahari terbit tapi ketika sepertiga malam terakhir… Karena satu hari tak hanya pagi, tapi siang, sore dan malam, sebuah kesatuan yang saling berkaitan.
Dan Rasulullah SAW pun berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.”
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud)
tulisan selaras dengan artikulasi umur dan kedewasaan ya ma…suka sangat
Pagi memang pas untuk merasakan banyak kasih sayang dari orang orang tersayang. salam kenal mbak… ^_^
pagi.. ^_^
keren bos ^_^
pagi, di pagi hari…
“part of day”, begitu dalam tataran gramatika bahasa
maka sebagai bagian dari sebuah hari, satu dari tanda ke Maha Besaran-Nya, ia patut disyukuri…
lalu syukur itu benama taat, kata raihan
*moga kita selalu dijaga dalam ketaatan kepada-Nya ya, mbak…. amin.
pagi bu
ternyata banyak tamu… monggo silakan duduk… Alhamdulillah menu sarapan pagi hari ini nasi goreng ati ampela dan durian…
@hapid, alhamdulillah pid,, sesuai umur???
@retno, yup betul… merasakan kasih sayang dan pastinya memberi kasih sayang untuk mereka yang tersayang, salam kenal, udah baca tulisan retno, tapi blom sempat kasih komen soale OL di HP
@panji, alhamdulillah… tulisan di blog antum pasti akan beda, klo udah melewati fase ini…hheehe…
@teh titin, pagi teh,,,
@ummu syifa, eh apa kabar mi??? pagi- pagi pasti sibuk kan y???
Waow, pada laporan pagi ya_______________??
@tuan rumah
hahaha, fase tersulit untuk diraih, digapai dan dicapai >_<
kangen sarapan pagi buatan ibu…