Perempuan Hebat

Karena kesyukuran itu perlu dipupuk dan disadari sepenuh hati. Cukupkan 10 jari untuk menuliskan siapa perempan-perempuan hebat di sekitarmu? Ternyata tidak. Adakah alasan untuk tidak bersyukur berada di tengah-tengah para perempuan hebat dengan segala keunikannya? Tenyata tidak.

Alhamdulillah, alaa kulli hal, diri ini dilahirkan, dibesarkan, dipertemukan serta dikelilingi mereka. Disinilah, saatnya saling menghebatkan!!

Iklan

‘Bike’ Talk

Berusaha tidak mengulang rantai itu… Bukan, bukan karena itu jelek, bukan karena tidak patut tapi sekedar tak ingin ia merasakan hal negatif yang dirasakan pelaku sebelumnya. Bukankah kita harus mengambil yang baik dan memperbaiki yang buruk? Ibu alakadarnya ini sedang mengusahakan semampu yang ia bisa. Dia menyadarkan untuk mengantisipasi rantai itu terulang, ibu ini tahu betul bahwa memutus rantai itu bukanlah hal mudah, tapi bukan tak mungkin. Memutus rantai itu bukan berarti meniadakannya, namun mengganti dengan jenis rantai yang smoga lebih baik dan lebih kuat.

Pagi ini, mengupayakan hearth to heart  padanya, sebisa mungkin narik nafas dalam-dalam, dan berusaha menjaga mood baiknya yang bisa berubah sepersekian detik karena kesalahan pemilihan kata. Pelan tapi pasti, jurus demi jurus, akhirnya gadis kecil itu luluh. MasyaAllah. Ini sama-sama berat, membayangkan perasaan keduanya (disini biarkan perasaan ini yang dikorbankan, rela…), ketika keduanya saling tatap, saling minta izin, ah berkeping-keping rasanya, maafkan, tapi ‘ibu ini berhak bukan merasakan hal yang sama?’. Ketimbang menyesali apa yang telah dilakukan, akankah lebih baik memperbaiki sedikit demi sedikit?

Lancar… Hey, gadis kecil… smoga kita sama-sama belajar.

Sebanding

Apa yang ditulis, dilisankan bahkan yang terlintas dipikiran, adalah apa yang ada dalam dirimu, pikiranmu, dan menunjukan pemahamanmu. Bobot tulisan sebanding dengan bobot bacaan sebagai input tulisan kita. Ternyata harus lebih banyak membaca titik.

_janganpernahberhentimenulis_karena_membuatmutermotivasiuntukmembaca_

Brain Storming

Tulislah apa yang kamu senangi. Sedang meyakinkan diri kalau nulis pra proposal itu semudah menulis caption photo di instagram atau nulis status facebook, mungkin tak perlu berhari-hari. Cukup dalam hitungan menit. Setidaknya menulisnya semudah ngeBlog. Smoga.

Anggaplah nulis di blog ini brain storming sebelum nulis pra proposal, tanamkan cuma lima halaman padat karya. Bagaimana tulisan itu bermanfaat bagi pembaca, praktisi dan agen pelayanan publik. Permasalahan publik rasanya tak pernah habis menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. Ia dapat melangit karena agen utama adalah mereka para pejabat publik sang pengambil kebijakan, namun ia juga dapat sangat membumi karena yang penerima layanan adalah seluruh lapisan masyarakat.

Bagaimana komunikasi dua arah antara pemberi layanan dan penerima layanan? Bagaimana agen pelayanan merasa senang dan menjiwai perannya sebagai ‘pelayan publik’? Bagaimana si penerima layanan merasa terpuaskan setidaknya mencapai kepuasan minimal?

Sarana komunikasi seperti apa yang cukup komunikatif saat ini? Karena pelayanan itu dua arah, maka hal penting yang perlu dibenahi adalah sumber daya agen pelayanannya. Bagaimana meng-iya-kannya? Merubah image pelayanan publik bermula dari agen dan responnya.

Apa yang selalu hangat, sering muncul di media dan menjadi penting untul direspon terkait kepuasan masyarakat?

Baiklah.. Qt lacak satu persatu.. Bismillah..

Kereta Malam

Sekuat matahari bersinar di pagi hari, hadir di antara arak-arakan awan yang berusaha menghalanginya, maka sekuat itulah aku berusaha mengalahkan jarak antara kita. Bukankah jarak bukanlah halangan? Ialah yang membuat lembaran kita menjadi lebih berwarna. Kau tahu? Seketika rel itu menunjukan bahwa di sebuah stasiun sana ada tiga pasang mata luar biasa. Kau tahu? Kereta malam slalu mengajarkan banyak kisah, dari mereka yang slalu bercerita. Subhanallah…

Bukit Bintang

Karena alam akan membuat kita menjadi diri sendiri.  Seperti kita. Ketika kita berada di antara langit dan rumput yang kita pijak,  penyemangat dan pengingat kesyukuran.  Penyemangat,  karena ada sesuatu yang lebih tinggi,  lebih baik dan lebih hebat yang harus kita capai.  Pengingat rasa syukur,  karena tidak semua bisa berada di tempat kita saat ini. Takan pernah berhenti untuk saling menghebatkan (e.s 2017).  Janji. Di bukit ketika hanya kita, dan kamu menjadi satu satunya manusia yang disampingku. 

Langit Malam

Malam itu menjadi bukti,  bahwa hanya Dia yang paling tau isi hati manusia,  sekuat apapun kau berusaha jujur, bagaimana tidak ada dua rasa dalam satu waktu? Bahkan ketika kedua mata saling menatap.  Bahkan malam itu,  beda tipis antara rasa kasihan dan rasa kasih,  yang hanya beda nyata di akhiran “-an”. Ketika, kita menatap langit yang sama dengan dua rasa berbeda yang berkecamuk. Kasihan. Malam itu, dengan tatapan berbeda, yang kurasa tapi ku tepis sekuat tenaga,  yang nyatanya… Malam itu, ketika kau berhasil memilih rasa,  dan bertekad untuk terus membarukannya, bersamaku dan kau yakin Dia akan slalu menuntunmu. Malam itu dan setelahnya,  betapa Dia Maha Baik.