Brain Storming

Tulislah apa yang kamu senangi. Sedang meyakinkan diri kalau nulis pra proposal itu semudah menulis caption photo di instagram atau nulis status facebook, mungkin tak perlu berhari-hari. Cukup dalam hitungan menit. Setidaknya menulisnya semudah ngeBlog. Smoga.

Anggaplah nulis di blog ini brain storming sebelum nulis pra proposal, tanamkan cuma lima halaman padat karya. Bagaimana tulisan itu bermanfaat bagi pembaca, praktisi dan agen pelayanan publik. Permasalahan publik rasanya tak pernah habis menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. Ia dapat melangit karena agen utama adalah mereka para pejabat publik sang pengambil kebijakan, namun ia juga dapat sangat membumi karena yang penerima layanan adalah seluruh lapisan masyarakat.

Bagaimana komunikasi dua arah antara pemberi layanan dan penerima layanan? Bagaimana agen pelayanan merasa senang dan menjiwai perannya sebagai ‘pelayan publik’? Bagaimana si penerima layanan merasa terpuaskan setidaknya mencapai kepuasan minimal?

Sarana komunikasi seperti apa yang cukup komunikatif saat ini? Karena pelayanan itu dua arah, maka hal penting yang perlu dibenahi adalah sumber daya agen pelayanannya. Bagaimana meng-iya-kannya? Merubah image pelayanan publik bermula dari agen dan responnya.

Apa yang selalu hangat, sering muncul di media dan menjadi penting untul direspon terkait kepuasan masyarakat?

Baiklah.. Qt lacak satu persatu.. Bismillah..

Iklan

Kereta Malam

Sekuat matahari bersinar di pagi hari, hadir di antara arak-arakan awan yang berusaha menghalanginya, maka sekuat itulah aku berusaha mengalahkan jarak antara kita. Bukankah jarak bukanlah halangan? Ialah yang membuat lembaran kita menjadi lebih berwarna. Kau tahu? Seketika rel itu menunjukan bahwa di sebuah stasiun sana ada tiga pasang mata luar biasa. Kau tahu? Kereta malam slalu mengajarkan banyak kisah, dari mereka yang slalu bercerita. Subhanallah…

Bukit Bintang

Karena alam akan membuat kita menjadi diri sendiri.  Seperti kita. Ketika kita berada di antara langit dan rumput yang kita pijak,  penyemangat dan pengingat kesyukuran.  Penyemangat,  karena ada sesuatu yang lebih tinggi,  lebih baik dan lebih hebat yang harus kita capai.  Pengingat rasa syukur,  karena tidak semua bisa berada di tempat kita saat ini. Takan pernah berhenti untuk saling menghebatkan (e.s 2017).  Janji. Di bukit ketika hanya kita, dan kamu menjadi satu satunya manusia yang disampingku. 

Langit Malam

Malam itu menjadi bukti,  bahwa hanya Dia yang paling tau isi hati manusia,  sekuat apapun kau berusaha jujur, bagaimana tidak ada dua rasa dalam satu waktu? Bahkan ketika kedua mata saling menatap.  Bahkan malam itu,  beda tipis antara rasa kasihan dan rasa kasih,  yang hanya beda nyata di akhiran “-an”. Ketika, kita menatap langit yang sama dengan dua rasa berbeda yang berkecamuk. Kasihan. Malam itu, dengan tatapan berbeda, yang kurasa tapi ku tepis sekuat tenaga,  yang nyatanya… Malam itu, ketika kau berhasil memilih rasa,  dan bertekad untuk terus membarukannya, bersamaku dan kau yakin Dia akan slalu menuntunmu. Malam itu dan setelahnya,  betapa Dia Maha Baik.  

Mengeja Rindu

Lima huruf yang nyatanya merangkum banyak rasa.  Ketika pilihan ini menimbulkan eksternalitas,  maka rindu tak cukup hanya di eja. Ketika supply tak seimbang dengan demand nya, maka butuh kemampuan untuk memaksimalkan potensi setiap faktornya agar lebih efektif dan efisien mencapai tujuannya, bahagia.  Mengurangi eksternalitas yang muncul menjadi suatu keharusan,  karena rasa ini tak bisa dimonopoli,  karena kestabilan ini perlu tetap dijaga. Yang terpenting tetaplah menjaga pola hubungan antara aktor,  kamu dan aku,  kita yang saling merindu. Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihil qulb,  qadijtama’at ‘alaa mahabbatik,  wal taqot’ alaa tho’atik…

Djogja

Kemarin hanya mimpi,  menghirup udara pagi di sini, merindukan setiap sudut kota nya dan menjadi bagian dari lagi dari kampus biru lagi. Maka Allah,  memeluk mimpi. Seketika di saat yang tepat,  Dia mewujudkan mimpi. Kita manusia, selalu punya mimpi,  meski tau apa konsekuensi mimpi itu ketika nyata. Bukankah tugas kita seharusnya bersyukur?  Ketika tak semua orang mimpinya Allah hadirkan begitu tanya? Seharusnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan? Bisa jadi bukan Djogja yang sebenarnya yang kamu rindukan,  tapi suasananya yang pernah menyimpan jejak di hatimu.  Saatnya membuat jejak-jejak baru yang kelak akan dirindukan.  Mengukir kisah yang kelak menjadi pengingat kebaikan yang menambah rasa syukur, menjadi pelajaran dan penyemangat untuk cita-cita yang lebih baik, terutama untuk dua pasang mata terbaik,  Kay. 

Cerita Lama

Ini cerita lama dengan rasa baru.  Percayalah selalu ada rasa pertama untuk setiap cerita baru meskipun hanya mengulang cerita lama. Long Distance Mariage. Tiba juga waktunya, harus ikhlas menjalaninya, yang memang tak mudah. Ada sepasang mata yang mengikhlaskan separuh jiwanya mengembara sendirian di sebuah kota besar yang istimewa.   Ada dua hati yang hebat yang terlatih belajar mandiri.  Allah mampukan kalian, kesayanganku. Dan ada ummi yang akan selalu menyelipkan do’a untuk kalian,  ada ummi yang dibayang-bayangi rasa yang tak bisa ummi tuliskan.  Itu rasa pertama untuk cerita lama di episode yang baru ini. Saatnya menjadi hebat di masing-masing peran. Juga ummi. Wish u (all of u)  here. Peluk jauh.