“Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka ketahui (tentang ku) dan ampuni aku dari apa yang mereka tidak ketahui” (Abu Bakar As- Sidq)

Untaian do’a diatas menginspirasiku untuk menulis, aku memang sedang mengupgrade dan belajar lebih Pe-De menulis. Ada banyak hal yang mengharuskan ku lebih PD menulis, ada banyak alasan untuk lebih rajin menulis dan mencoba menuangkan ide lewat tulisan. Meskipun di awal aku ragu untuk memulainya, tapi insyaAllah aku akan mencobanya. Sebenarnya sejak kecil menulis menjadi kebiasaan rutin ku bahkan Diary menjadi bagian dari diriku.  Tapi ternyata keberanian ku belum cukup untuk mempublikasikannya…sampai akhirnya aku ‘terjebak’ dalam suatu komunitas yang mengharuskan ku lebih berani menulis, bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri tapi berbagi dengan orang lain.

Itulah salah satu alasan yang membuatku ingin mengupgradenya, aku iri dengan teman-teman yang bisa berbagi lewat tulisan, saling menasehati, dan lebih mensyiarkan islam, ya itulah alasan lain. Karena islam pantas untuk dikenal dan wajib dipahami oleh umatnya….dan kita sebagai da’i [ya bagaimana pun kita adalah dai sebelum yang lain ]  punya kewajiban mensyiarkannya, menyampaikannya agar islam benar- benar membumi, dan seluruh manusia yakin bahwa islam adalah ‘solusi yang paling tepat’.

Teman, aku iri dengan kalian….Bosan, kesal, marah rasanya ketika mendengar ‘sindiran’ teman “kader jurnalistik ko ga suka nulis”, “kader jurnalistik ko ga PD nulis, trus gimana kader lainnya?” , atau “ayo Mba nulis!”….greget pada diriku sendiri…Tapi aku tau, tak semudah itu, butuh proses untuk menjadi seperti mereka, aku yakin insyaAllah aku bisa, “Allah tidak akan merubah suatu kaum melainkan mereka sendiri yang merubahnya [Ar-Ra’du :11]” . Aku sedang berusaha merubahnya…. Allah kuatkan aku…Hanya dengan izinMu aku bisa merubahnya.

“Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka ketahui (tentang ku) dan ampuni aku dari apa yang mereka tidak ketahui” (Abu Bakar As- Sidq)

Iklan

“Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi…dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita”.(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)

Sahabat itu adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyum sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir, dan mengalungkan butir2 mutiara doa pada dada mu..

Ibnul-Qayyim berkata, “Bila hati seorang hamba terpusat (terkonsentrasi) kepada Allah dari hajat serta kedaruratannya selalu mengarah terhadap-Nya dengan sungguh-sungguh dan benar, sedang harapannya kepada Allah betul-betul kuat, doa-doanya tidak akan tertolak.”

maka bersabarlah….

Ibnul-Qayyim berkata, “Bila hati seorang hamba terpusat (terkonsentrasi) kepada Allah dari hajat serta kedaruratannya selalu mengarah terhadap-Nya dengan sungguh-sungguh dan benar, sedang harapannya kepada Allah betul-betul kuat, doa-doanya tidak akan tertolak.”

the power of mind….

Sebuah artikel lama, yang tak sengaja kutemukan saat merefresh kamar ‘inspirasi’ Q, membuatQ terdiam karena membacanya, Manajemen Organisasi? “very basic”, artikel yang simple, I like this! so simple…

Ada beberapa hal yang harus dipahami ketika berada dalam sebuah organisasi/ lembaga/ komunitas / jama’ah, halyang mendasar untuk dimiliki dan dipraktekan….

Have this!

Vision , Visi, knapa? karena visi akan menentukan performa dan stamina dari badan itu sendiri, Visi benar kerja OK, visi salah kerja KO! visi juga merupakan salah satu nyawa dan akalnya.

Trust, Kepercayaan , “Sebaik apapun Visi kita, tanpa sebuah kepercayaan GAGAL, disinilah diperlukan yang namanya “power of mind” Bagaimana menanamkan sebuah kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain. ” sebanyak apapun anggota , dan sehebat apapun mereka, tanpa sebuah kepercayaan maka tim itu kemungkina besar akan gagal juga”

Build this!

Communication , komunikasi yang efektf dan kontinyu, saling terbuka, dan “Miliki kekhasan dari tim yang hanya diketahui oleh tim itu sendiri, misalnya bahasa”

Action, aksi, setiap tim haruslah mengetahui urgensi aksi, agar mampu bkerja secara maksimal, karena sukses itu butuh kesungguhan, dan kesungguhan hanya dibuktikan dengan AKSI! Kesuksesan pertama kali akan membuat kita lebih yakin unuk melangkah selanujutnya…

Teamworks , sebuah kerja tim, amal jama’i, saatnya dibutuhkan kerja sama, bekerja bersama, diperlukan kesiapan untuk berbagi dengan teman atu tim lain untuk segala urusan, disini juga dibutuhkan proses ukhuwah dengan tahapannya, yang diawali oleh proses saling mengenal ‘taaruf ‘ ingat? “tak kenal maka tak sayang, makanya ta’aruf…”

Responsibility, Tanggung jawab, berdasarkan asal katanya, respon = tanggapan dan ability= kemampuan, kemampuan menanggapi suatu hal atau suatu masalah, akan beda jika tanggapan itu berupa “afwan saya ndak bisa!”, “kayaknya….” atau “YA!” atau “Baiklah! saya akan melakukan yang terbaik!” apakah anda menemukan perbedaanya?

Last, Make it Perfect!

Dynamics (dinamis) dan sinergi! Tak mudah memang melakukan yang terakhir, tapi bukan berarti tak mungkin kan? karena smua hal itu mungkin, dan yang pasti adalah Kemungkinan itu sendiri. belajar dari pengalaman adalah cara yang cukup efektif, kompak, terbuka, dan Ukhuwah itu penting!

wallahu’alam, mencoba untuk menerapkannya! smangat!!

Alhamdulillah dapet semangat dari seorang teman, ya benar the power of mind…. katakan bisa, aku bisa! keyakinan dan alasan adalah perbedaan antara pecundang dan pemimpin, bagi seorang pecundang segala sesuatu nya adalah mungkin, tapi akan sulit dialkukan, but….seorang pemimpin, smua susah tapi mungkin dilakukan, karena ia punya keyakinan bukan sebuah apologies, ato melontarkan alasan-alasan yang ga masuk akal….

ayo pemimpin, bergerak…!!!!semangat! Karena kita smua adalah pemimpin dan setiap (diri) pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya….selama masih bisa berusaha knapa ga?

hatur nuhun…