karena kita adalah pemimpin…

dan….

“pemimpin kita adalah Allah, Rasulullah, orang- orang yang beriman, mendirikan sholat, menafkahkan hartanya dijalan Allah….” (QS. Al- Maidah : 55-56)

Rabb, jadikan aQ hamba yang slalu bersyukur kepada Mu, hamba yang ikhlas menerima kehendak Mu, meskipun terkadang sulit, tapi hamba yakin…”Engkau tidak akan membebani seorang hamba melainkan sesuai dengan kemampuannya….(QS. 2:286)”, Jadikan aQ hamba yang tak mudah mengeluh lagi berputus asa, seperti janji Mu , ” janganlah engkau mengeluh dan berputus asa….”.

Mas’ul, benarkah sudah menjadi seorang mas’ul yang baik? I dont think so…
Hanya kekuatan Mu yang bisa menguatkan Q, diri ini hanya bisa berazzam untuk membuatnya lebih baik, menjadi lebih bermanfaat untuk umat Mu, menjadi salah satu jalan keberkahan….

Kembali menelusuri setiap file yang ada di layar monitor, merapikan letaknya, dan menyusunnya dalam satu file yang lebih besar, “ahh betapa berantakan….” Banyak file anonim yang hanya baru ku download, blom sempat ku buka, bahkan membacanya….. Astagfirullah….
Mata ku tertuju pada sebuah artikel, “pemimpin…..”

Kubuka, dan subhanallah….aQ memohon ampun pada Mu, Ya Ghafur, ada tulisan tentang kriteria pemimpin dilihat secara bahasa, al Qur’an dan As- sunnah…Ternyata diri ini masih jauh…dari seorang figur mas’ul….Bukan hanya karena tak sebuah figur, tapi lebih pada ketakutan atas amanah Mu, takut menyianyiakan amanh itu, dan lali karenanya….

 ” Pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan, kedukaan, kemiskinan umat, maka Allah tidak akan memperhatikan kebutuhan, kedukaan serta kemiskinan nya pada hari kiamat”

naudzubillah,  kembali menelusuri rangkaian kalimat tausyiah itu dan satu lagi rasulullah pernah bersabda,

” Ya Allah barangsiapa yang diberi kekuasaan mengurusi umat ku lalu ia menyengsarakan mereka, maka persulitlah ia, dan barangsiapa mempermudahnya, maka mudahkanlah ia”

Smoga kita termasuk kedalam golongan yang memberi kemudahan bukan menyengsarakannya….

“Permudahlah dan jangan mempersulit, berilah sesuatu yang menggembirakan dan janganlah membuat mereka lari; berbuatlah sesuatu yang baik” (HR. Mutafaqun ‘Alaih)

“setiap manusia adalah pemimpin, pemimpin dirinya dan orang lain,,,,”

Seorang PEMENANG adalah yang menjadikan Allah dan Rasul Nya sebagai qiyadah nya (Pemimpinnya).

Mau jadi pemenang?

 

Iklan

Drama Sebabak “Biskota”

(hati- hati untuk para biskota’ers…. ) 

Mampir di “Agape” lagi, bsok padahal masih mid, runtun waktu, fyuhh…. Hoby lama muncul lagi setelah punya blog ini. sama kayak seorang temen yang punya penyakit internetholic, aku mah alhamdulillah masih sebatas hobby. iya kah?

Tadi pagi berangkat setengah delapan, tontonan yang nyata, meskipun hanya satu babak kehidupan? Latarnya adalah sebuah bis kota ‘ merah ke oranye-an ‘ yang hampir tak layak dari segi penampilan, ‘napasnya ‘ pun hitam pekat, mencemari udara Jalanan pagi hari….Pemeran utama adalah 3 orang aktor, figuran smua penumpang bis tak terkecuali supir dan 2 kondekturnya termasuk saya. Lawan mainnya adalah seorang ukhti (smoga Allah tetap menjaga beliau seperti tadi…)

Singkat cerita, alur naik dan klimaks….

si Ukhti, memberhentikan biskota dan, SIGAP! 2 aktor utama, menghimpit dan afwan memegangi ukhti tadi, sampe-sampe si ukhti kesulitan untuk keluar ‘turun’ dari bis…klimaks cukup lama… Heran bis seakan berhenti, dan saya hanya bisa memandangi kedua lakon itu, ga berteriak, bahkan smua penumpang seakan konsentrasi ke depan tak tahu adegan klimaks itu, satu lagi ada ikhwan , sayang akhi tadi hanya bisa diam sambil melihat kearah tadi…. HIPNOTIS kah? wallahu’alam

Blom selese, anti klimaks…. si aktor berhasil merebut ponsel ukhti, dan “pluk” jatoh,,,, Mataku seakan tak ingin berpaling dari adegan tadi, kulihat lekat si aktor tadi (aduh ini termasuk gak ghodul bashar ya????) dan tanganQ rasanya ingin sekali menimpuknya! TENDANG! Bukck! Ooppssss! ga bisa be calm! lihat situasi….

Kembali ke anti klimaks, cut! sebuah adegan lucu apa konyol ya? Masa 2 aktor antagonis tadi mengembalikan ponsel si ukhti…dengan tenang….” Mba HP ne jatuh tadi”  Alhamdulillah si ukhti selamat, dan tanpa penutup drama sebabak pun berakhir dengan turunya si ukhti…. Aduuhhh ga banget!! Allah masih melindungi ukhti, dan  menjaga aktor tadi untuk menghindari adegan “tak terpuji” pagi ini..

Sttttss…..blom berakhir ternyata masih ada adegan lain, tahukah? karena takut, saya pun menghindar dari pandangan aneh aktor gadungan tadi, pindah ke bagian depan bis dan…penuh! duduklah di samping seorang mas , tapi ko aneh ya??? gerak geriknya mirip yang di belakang! ohh…tidak! Smoga Allah menolongku…..kupasang wajah rada sinis…so cuek en rada ga peduli…pasang kaki untuk mendepak….klo-klo mereka berani aneh2… ternyata sebelahku adalah aktor ketiga! tidakkkkkkkkkkk!!!!

Alhamdulillah, kekhawatiran itu, berakhir seiring tontonan usai karena si aktor turun panggung, (baca turun bis kota). tahukan kawan aktor-aktor gadungan itu?

Tak lain adalah kawanan copet yang mencari ‘rezeki’ pagi hari. Tapi Allah masih menyelamatkan mereka dari niatan jahat, smoga mereka jera dan paham…. Mreka berpikir ini sebuah kesialan karena tak ada ‘ rezeki’ yang didapat….hanya sebuah rasa malu dan kecewa…. Tapi kawan, lihatlah ada sebuah ibrah Nya, mengingatkan kita bahwa….

“Apa yang baik menurut kita, blom tentu baik menurut Allah, bahkan bisa jadi apa yang menurut kita buruk adalah yang terbaik dari Nya, karena Dia Maha Tahu yang terbaik untuk hamba Nya, dan smuanya diatur oleh Nya”

untuk kita hamba Nya, yang belajar menjadi da’i sebelum lainnya….

“Jangan pernah meninggalkan seseorang yang melakukan dosa, ia hanya melakukannya hari ini, dan bisa jadi ia meninggalkanya (perbuatan dosa) itu esok “

keluarga kecil itu sebuah lingkaran….

“aku merindukan kalian, jika aQ punya kekuatan untuk membawamu berkumpul di lingkaran kecil ini, aku akan mengumpulkan kalian duduk bersama Q,  jika aQ punya cinta akan kuberikan padamu, jika aku punya semangat aku ingin berbagi dengan mu, luv U coz Allah….”

bhijau6×2.jpgbestfrenpink10x.jpgbbiru6x.jpg

Sebuah tulisan dari seorang untuk sahabatnya. Lingkaran kecil itu menjadi jembatan persaudaraan kami, membuat kami lebih dekat, saling menguatkan keimanan dan belomba- lomba dalam kebaikan. subhanallah, seperti mimpi! Malam mingguan bersama kalian dan mba, kali ini forumnya lebih bebas, benar- benar forum ukhuwah karena kita cukup lama tak berkumpul, karena kita kita tak lagi dalam satu lingkaran kecil, tapi dalam sebuah lingkaran besar yang tak berujung.

Kata mba, “baru kali ini ada reunian – lingkaran kecil- “, terharu! Aku sayang kalian…. Qadaya, dan cerita- cerita pun meluncur,  semakin menghangatkan suasana, Tausyiah dan ibrah pun mengalir…. saling mengingatkan , untuk menjadi hamba yang Dia inginkan. Subhanallah, smoga Allah senantiasa mengikatkan hati- hati kami dalam mahabbah dan berjuang di jalan-Nya.

 

mid….test,so?

Alhamdulillah, mid untuk hari ini sampe jam sore, ga nanggung nanggung sampe sesi 4. seharian di kampus, ngutek-ngutek pembuktian rumus opsi,  cukup membosankan memang, tapi ya terkadang harus dipaksain, belajar! soale semalem blaz..ga buka materi kuliah ini, maap pak! bukan menyepelekan, tapi sometimes it’s difficult for me….

Paksa! Harus ! Kudu Wajib Belajar! klo ga mo ketinggalan ma temen2…. Ya, mulai dengan memahami konsep, ini yang ku senangi, belajar dengan mengawali memahami alur nya. Menganalogikan pada sesuatu dan mencoba mencari aplikasi nya…. Alhamdulillah lumayan bisa memahami konsep + menganalogikan nya, tapi….hitungan matematis? ooohhh tidak! macet lagi….

Butuh kesungguhan! Mulai mencoba berpikir ini mudah koq! dan ini menantang ! sepertinya menyenangkan! ga ada alasan untuk ga mencobanya! Ingat! Allah tak akan membebani hamba- Nya diluar kemampuannya.  So…. Potongan surat cinta Nya ini, memang paling tepat untuk, memberi semangat saat keputusasaan datang…subhanAllah.   akhirnya mulai lah mengutak atik rumus2 blackscholes, bismillah, dan alhamdulillah mulai menikmati….. 

sesi empat pun dimulai, CLOSE BOOK!  Smoga Allah memberiku kemudahan, insyaAllah aQ udah berusaha, dan hasilnya, pasti itu yang terbaik untuk ku. Belajar ikhlas…  no 1… pembuktian pay off >>>> hmm, tadi sempet mendiskusikannya; No.2… bikin program? duh kali ini bener2 gTw, ku tulis, “pak, maap blom paham matlabnya, cm sdikit tau syntaxnya”; No.3 … itung2, insyaAllah, klo pun salah, paling salah itung, smoga Allah melindungi Q dari kecerobohan; no.4 Lagi- lagi pembuktian, eh…. alhamdulillah bisa ; No. 5 ini program lagi.. nda tahu ah, ku coba semampunya dan the last number sixth, alhamdulillah, terbukti!

subhanaAllah, ibrahnya :

  • kesungguhan itu harus, paksain untuk memulainya!
  • konsentrasi,
  • fokus dan
  • berpikir positif!
  • tawakal, laa haula walaa quwwata illa billah…. Kekuatan dan keceradasan itu dari Allah, so, mintalah pada Pemilik -nya.

Smangat! be better! Hasil itu berbanding lurus dengan usaha! Midtest oh Midtest,,,,selamat menempuh midtest!!!

Dalam Islam mengajak umat agar senantiasa menjaga lisan. Dengan begitu, lisan menjadi selalu digunakan untuk sesuatu yang baik, tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui.”

 (HR Bukhari-Muslim)