suplemen sekeping hati….

Seorang mukmin yang berkualitas adalah mukmin yang memiliki kualitas ruhiyah yang baik dan mampu menjaga kestabilan ruhiyahnya….

Pernahkan merasa apa yang kita sampaikan, apa yang kita lakukan begitu hampa, kosong dan tak bermuatan? Jika pernah, segera muhasabah, merenung…. Jangan- jangan kita telah melupakan sisi ruhiyah kita, bisa jadi kita terlalu sibuk dengan rutinitas, hingga tak cukup memberi hati kita asupan energi….

Asupan energi itu adalah bekal ruhiyah, bukan sebagai suplemen , vitamin ato makanan pelengkap, tapi sebuah makanan pokok untuk hati kita, terutama untuk seorang da’i. Tahukah kawan, bekal “ruhiyah” ini selalu menjadi potensi andalan para pemimpin dakwah. (jika mereka yang insyaAllah lebih qawi dari kita tetep memperbaharui amalan dan ruhiyah mereka, so, gimana dengan kita?? Jika mereka adalah orang-orang yang terbaik dalam kualitas ruhiyah dan amalnya, lalu pantaskah kita jika tak melakukan apa2? astaghfirullah, Rabb ampuni kami….)

Pernah ngerasa lelah dalam berdakwah? Fyuhh, pusinggg…oo,maap ga bisa syuro, kepalaku fulll, ato, hari ini kayaknya ga ikut dulu ah, lagi pengen ga ngapa2in…. (Astaghfirullah…smoga bisa saling menguatkan, bukankah berteman dengan orang2 sholeh adalah salah satu kekuatan???). Nah, bisa jadi kelemahan dan kelesuan dakwah memang berpangkal dari kelemahan dan kelesuan ruhiyah, (introspeksi nih…), so saatnya kita menyadari urgensi ruhiyah sebelum amal dakwah, karena bekal itu adalah bekal yang terbaik bagi setiap muslim, terutama bagi seorang da’i. Ruhiyah inilah yang akan memotivasi, menggerakkan dan kemudian menilai setiap perbuatan yang dilakukannya. Keberadaan ruhiyah yang baik dan stabil menentukan kualitas sukses hidup seseorang, demikian juga dengan dakwah.(dakwatuna.com)

“Berilmu sebelum berbicara dan beramal, demikian juga memiliki ruhiyah yang baik sebelum berdakwah dan berjuang”.( Bukhari)

Subhanallah, ungkapan yang sarat makna, tentang urgensi kekuatan ruhiyah, mengingatkan pada kita tentang prioritas amal, namun bukan berarti ketika kita belum memiliki ilmu yang cukup, kita enggan untuk menyampaikan, malas untuk berbagi ilmu dengan orang lain….Bukan!! Karena “sampaikanlah walau satu ayatpun…”, ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, bagaimana mungkin kemanfaatan itu akan dirasakan oleh orang lain jika, kita tak membaginya?? Tetep mencari ilmu, dan senantiasa mencharge, serta mengupgrade diri kita sambil membaginya dengan orang lain….menjadi orang yang sholeh dan mushlih, serta melakukan islahulummah….

Sebuah analogi sederhana tentang seorang berilmu, yang tak berani menyampaikan kebaikan ilmunya…

Pada suatu ketika ada seorang yang berada dalam sebuah kapal, di dalam kapal itu ada orang yang berusaha melubangi kapal itu, namun apa yang dilakukan orang tadi? Bergerak? Mencegah ato? Tidak! si orang tadi hanya diam dan melihat dari kejauhan, tanpa berani mencegahnya, membiarkan orang itu terus membuat kerusakan dengan melubangi kapalnya…hingga kapal itu tenggelam. Lalu bagaimana nasib si orang tadi? Ironis….orang itu ikut tenggelam bersama kapalnya…

Masih enggan bergerak? Bersikap tak peduli dengan kerusakan dan kemunkaran yang terjadi? smoga tidak, karena Allah masih memberi kekuatan pada kita untuk mencegahnya, melakukan perbaikan….“Kamu adalah umat yang terbaik untuk manusia,mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran….”

Allahu Akbar!!!

 

Kunci Gratis

Rasanya ingin ku hentakan jari ini di keyboard sekerasnya, kuteriak …. Mungkin seluruih orang di Ruangan ber- AC ini akan terkaget- kaget dan, hening…. ato mungkin ….menyepi dari kegiatan2 yang membuat kepala terasa berat, penat dan ahhh….Aku tak mau memusingkannya!! Aku pun tak berniat melakukannya…. hanya sebuah ide aneh ketika kejenuhan itu datang.

Flash back,—- Jadi inget masa-masa sekolah, ada sebuah kebiasaan untuk me- refresh pikiran saat lelah dan jenuh, berkumpul dengan teman-teman di basecamp saat weekend dengan setumpuk ‘koleksi’ terbaru (apakah itu????), gelas2 minuman segar dan camilan-camilan. suasana yang kurindukan…. Efek nya alhamdulillah pikiran dan badan ini segar, siap kembali dengan se-abreg tugas dan ulangan harian…. menyenangkan…

————————

Sekarang, saat agenda mulai penuh, tak hanya tugas kuliah, tak hanya quiz, laporan dan kuliah, tapi ada amanah lain yang meminta space di pikiran dan hati ku, kebiasaan itu tak lagi cukup menyegarkan pikiran ini, karena ada bagian lain yang tak mampu dijangkau nya , ada hal yang tidak bisa tersentuh olehnya, ada bagian yang masih jenuh ada ruangan yang masih tak tersentuh karena ruangan itu terlalu besar, dengan gerbang mengelilingi nya, dan kuncinya hanya bisa diperoleh dari Pemiliknya.

images.jpgSemakin kita mencari kunci itu dan mencoba menemukan celah untuk menyentuhnya, semakin kita jenuh…. karena kunci itu tak perlu dicari, kunci mudah diperoleh dan kunci itu hanya tinggal kita minta pada Pemiliknya, karena Sang Pemilik adalah Yang Maha Pemurah, yang tak minta imbalan dari kita….Ruangan besar itu adalah segumpal daging, yang terkadang terlupakan, karena hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang slalu menghidupkan suasana yang menyenangkan untuk nya, ruangan itu hanya bisa ditemukan oleh orang yang selalu dekat dengan Pemiliknya yang sebenarnya, Bagian itu adalah hati -hati  ~ qalbu~ kita.   

caiso86j.jpgDuh Rabb, ya Rahman ya Rahiim, ampuni hamba jika terkadang melupakan bagian ini, kadang hamba mencoba mencari kunci itu ke setiap sudut, bahkan hamba pun mengeluh karena lelah mencari nya. Padahal, Kau selalu ada saat kami membutuhkan kunci itu, bahkan kau tak pernah berhenti memperhatikan setiap langkah kami saat kebingungan mencari kunci itu. Kau pun tak pernah lelah menunggu permintaan kami….hingga akhirnya kami menyadari bahwa kunci itu ada pada Mu, yang bisa kami minta saat membutuhkannya, kapanpun dimana pun…..