Menyusuri jalanan pagi hari…. Menikmati sapaan hangat matahari, menikmati sejuknya embun pagi, merasakan keluhan udara karena asap-asap itu telah membuatnya tercemar, subhanallah…Allah masih mengingatkan ku untuk slalu mensyukuri nikmatnya…. Lewat ayat- ayatnya yang terkadang terlupakan….

aku ingin hidup secerah mentari…. sekuat air ketika ia mengalir melewati batuan kasar dan karang-karang besar, tak pernah mengeluh karena lelah mengalir… namun tetap menyejukan!

Tapi ku bukan matahari, ku juga bukan air, aku hanya seorang hamba yang lemah, yang hanya bisa meminta kekuatan dari Nya, agar aku bisa menjadi lebih baik, agar aku slalu bisa bermafaat, agar aku slalu berada dalam ridho dan cinta Nya. Allah kuatkan aku….

Ini bagian dari tarbiyahnya agar kau lebih kuat dan lebih dewasa…. Bisikku dalam hati, mencoba tetap tersenyum, dan meyakinkan dan menguatkan diri ku, Allah ku yakin ini cara Mu mengingatkan ku. Mencoba tetap tenang, meskipun kenyataan nya hati ini kecewa…. bukan pada siapa-siapa tapi pada diriku…. Mencoba menahan air mata yang hampir menetes….Allah! Allah! Kuatkan aku…. kutarik nafas ku dalam2, berharap kekecewaan itu ikut keluar dari hati ku, Fyuhhh….

Subhanallah, betapa Kau menyayangi ku, pagi ini Kau mengingatkan ku, dan menguji kesabaran ku, dan ini hanya ujian kecil agar aku tetap istiqomah, lebih kuat, (jadi inget Muslimah 4 dimensi) dan lebih bersemangat!!

Jika kita menolong hamba Nya yang lain, maka Allah akan menolong kita dari arah yang tak tidak diduga- duga… Infiruu!!! Yuks fastabiqul khairat! masih banyak hal lain yang harus dipikirkan….

Kuliah, amanah….. ujian…Ambilah yang baik untuk dijadikan pelajaran!

 

Iklan

Jilbab VS sayap BatMan

Pagi yang cerah, subhanallah…. Menikmati sejuknya pagi hari, stand by di kosn, pagi ini bebas agenda kampus, agenda pribadi?? Segera merapikan yang bisa dirapikan….melakukan rutinitas yang ‘menyenangkan’ (apaan tuh?), tanpa keluar dari wilayah asrama…. Ya, ahad pagi ini sepertinya bebas dari agenda….pagi itu hanya bermain- main dengan si kecil, seneng bisa melihatmu ceria…

Tiba- tiba nada sms berbunyi…jangan-jangan lupa klo ada janji, terkadang memang pelupa. SMS dari seorang kawan, “pagi ini ada agenda nda? nemenin anak2 jalan-jalan pagi yuks,kumpul jam 6.30!” ,  tanpa pikir panjang, “yup! insyaAllah bisa, insyaAllah kerjaan udah beres“,  ternyata … “udah beres? temenin jalan-jalan yuk!”, dan kujawab….“boleh….wait for a minutes”  . Akhirnya ku memutuskan untuk menemani tante dan si kecil jalan-jalan pagi, lumayan lama ga menemaninya bermain…. adik emang blom berani protes, klo kakaknya “ko ke kampus melulu….” protesnya!

Tobecontinu…

singkat cerita mampir di Bubur Ayam, yang rasanya mirip banget dengan bubur ayam Mang Aleh, ato bubur ayam Satas, tempat nongkrong makan sepulang sekolah dulu…(biasanya tempat melarikan diri klo dikejar si”teteh” untuk…..dugem -duduk gembira- di Gema. Pikiranku sedikit melayang ke suasana gema, dengan akhwat berjilbab lebar waktu itu…tiba-tiba dikagetkan…

“Mima, pake sayap apa????”

Maksudnya? Kuulang pertanyaan? “Sayap apa wa? Mima ga pake sayap???” pikirku, apa ada yang aneh dengan ku, celingukan…Sikecil menanggapi…sambil memegang ujung jilbab Q, “ini mima…”. Saat itu aku hanya tersenyum, trus…” Ups! Jilbab ku disamakan dengan Sayap? sebegitukah?” Tak lama sikecil melanjutkan “Aku nda mau pake sayap kayak mima, aku mo pake sayap kayak BATMAN aja…”

“waduh…. Masya Allah…jilbabku disamakan dengan BATMAN, ”

Hanya tersenyum, dan tertawa dalam hati…..  karena di sana tidak hanya kami, tapi ada beberapa orang pelanggan bubur dan mas penjualnya yang ikut tersenyum…

Nanti km kan mengerti arti jilbab ini…

Sarapan pagi !!

Kali ini bukan sarapan biasa, ga sekedar perut kenyang trus ngantuks, jadi males…ato gimana tapi ada sarapan pagi juga untuk si hati. Bukan sekedar Burdjo nya Jakal (+ dg ketan itemnya yg khas), bukan nasi kuning nya Butong (ibu Lontong,maap ga knal nama ibunya, soale blom knalan), bukan bubur ayam Jakarta yang di depan Narita (yang bikin kangen Tasik…ow my lovely City) , tapi sarapan semangat dari seseorang, yang membuatku merenung….Apa benar aku bersungguh-sungguh dengan ini? ato sekedar berjalan tanpa ruh….

“Sungguh besar kemurkaan Allah bagi orang-orang yang mengatakan apa yang tidak ia lakukan (penggalan surat As-Saff )

Smoga Allah mengampuni Q, atas kehilafan ku. Setiap mukmin beberapa meter disekitarnya adalah lingkaran kebaikan, bagaimana dengan kita? Apakah benar disekitar kita, sudah tercermin itu? sebuah lingkaran kebaikan, hingga setiap orang yang berada di sekitarnya bisa merasakan efek nya, bisa ikut menikmati manisnya islam, lezatnya iman dan indahnya ukhuwah?

Smuanya membutuhkan proses, tempaan, hambatan dan kesungguhan yang terkadang terasa berat, melelahkan, dan menjenuhkan. Pilih lari atau tetap disini ???? adalah sebuah pilihan…

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman, harta dan jiwa mereka, dengan surga…”

Lalu pantaskah kita lari?? aku tak ingin lari dari sini, ingin tetap menjadi bagian dari barisan Nya, mencoba tuk istiqomah di Jalan Nya. Allah kuatkan aku dengan kekuatan Mu….

teman_sejati
temanmu yg sebenarnya
ialah orang yang ada bersamamu
dan orang yang menyusahkan dirinya
supaya ia bermanfaat kepadamu
di waktu membimbangkan
ia berkata terus terang kepadamu
dia pecah berantakan
supaya kamu terkumpul selalu

:: puisi indah – ‘Ali karamallahu wajhah ::
[ditemukan di FS seorang teman]

dimana kalian? [yg tkadang mbwt kuslalu bebas “b’rekspresi”,,,,Smoga Ridho dan Cinta Nya slalu bersama Qtha, dont judge book from t’ cover, its u] hanya sebuah renungan dan penyemangat untuk diri sendiri, yang rapuh… Syukuri apa yang ada, simple,takterusik,menjadidirikudgapaygad…