#Naluri Keakhwatan…. [?]

Naluri…. Kata apa ini, entah muncul dari mana, kata itu tiba tiba mampir di pikiran ku. Menyalurkan pesan ke jariku, untuk menuliskannya. Apalagi ditambah kata keakhwatan dibelakangnya…Rangkaian kata, yang tiba-tiba terlontar, dan baru terpikir sekarang…. Knapa bisa namanya naluri ke’akhwatan ya? Intermezzo, karena naluri itu ada pada seorang akhwat…. Klo ada di ibu kan, namanya naluri keibuan [meskipun ibu tetep punya naluri keakhwatan].

Kata- kata itu baru ku dapat semalam, saat mampir di Angkringan “Sup Buah” , berawal dari cerita seorang ukhti Q, yang cukup menyedihkan [turut bersedih….], tapi itu juga yang membuat kita semakin yakin klo setiap orang itu punya karakter yang berbeda, punya keunikan tersendiri, dan terkadang kita harus berusaha mengerti..

 “Sungguh-sungguh Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” [At-Tin:4]

Semakin menyadari makna ukhuwah, meski terkadang membuat kita harus menitikan air mata.. [ukhtiQ, insyaAllah ada hikmah di balik setiap kejadian, tapi masih tetep bisa tersenyum bukan? Karena naluri ke’akhwatan, insyAllah sebuah anugrah yang diberi Nya untuk kita] . Naluri ke’akhwatan? [maksudnya?]. Kekecewaan itu masih bisa terobati karenanya, kekesalan berubah menjadi sebuah senyuman, air mata pun bisa berganti dengan tawa.. Kebahagian akan nikmat- Nya, itu akan semakin bertambah jika kita mau berbagi dengan orang lain. Maka Nikmat Tuhan Mu yang manakah yang akan kau dustakan? Padahal janji Allah…” Bersyukurlah kepada Ku, niscaya akan ku tambahkan padamu nikmat Ku” 

“Wahai Tuhanku, berilah aku bimbingan untuk selalu mensyukuri nikmat – Mu yang telah Engkau karuniakan pada ku dan kepada ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhoi; dengan Rahmat Mu masukanlah aku ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang Shalih” [QS. An- Naml:19]