Apa yang sudah aku raih?Sudahkah optimal?

Sudahkah bermanfaat?

Sudahkah amanah?

Sudahkah memberikan yang terbaik?

Jika belum, berazzam lah untuk berbuat lebih baik dan memberikan manfaat untuk orang lain…

Jika belum, lakukan mulai dari sekarang! Jangan lagi menunda…

Bukankah aku ingin menjadi wanita sholehah?

Bukankah aku ingin menjadi istri yang berbakti?

Bukankah aku ingin menjadi ibu yang terbaik untuk anak- anakku, menjadikan mereka mujahid/ah -Nya yang sholeh/ah?

Bukankah aku ingin lebih baik dari bidadari surga, dengan iman dan taqwa ku?

Apa yang sudah aku miliki, untuk meraih impian itu?

Apa yang sudah aku usahakan agar mimpi itu ada di genggaman ku?

Apa yang sudah aku optimalkan dari potensi yang Allah anugrahkan untuk masa depan yang cerah? Untuk hidup yang lebih baik?

Mimpi itu sudah didepan mata…. tak sekedar mimpi, tapi realita..

Ingat! Allah tak pernah pergi meninggalkan kita walaupun sedetik, walaupun selangkah…

Ingat! Allah telah menciptakan kita dalam bentuk yang sebaik- baiknya…

Ingat! Allah telah menganugrahkan kita kelebihan yang tak dimiliki oleh orang lain…

Ingat! Allah telah memberi hidayah yang hanya diberikan pada hamba- Nya yang ia kehendaki…

Ingat! Allah tak menciptakan kita dengan sia- sia, karena kita diciptakan untuk sebuah misi…

Ingat! Allah slalu memberikan yang terbaik untuk hamba Nya…

Ingat! Bukankah Allah telah menjanjikan imbalan dan pahala pada setiap amal kebaikan sekecil apapun untuk hamba-hamba Nya yang berada di barisan dakwah Nya.

Dan ingat! Janji Allah itu pasti!

Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang akan Kau dustakan?

Jangan pernah menyerah, karena menyerah itu kalah.

Jangan pernah berhenti bermimpi, yakinlah ada Allah yang slalu bersama ku. Jangan pernah berhenti berusaha dan berdo’a..

Rabb, jadikan aku hamba yang slalu bersabar dan bersyukur atas apa yang telah Kau berikan dan Kau pilihkan untuk ku, karena aku hanya seorang hamba yang lemah, yang tak bisa apa- apa tanpa Mu.. Kuatkan aku dengan kekuatan – Mu..

Iklan

galunggung…

Pernah ke kawah pake dresscode ke Ondangan [Walimahan. red]? Agak aneh memang, tapi itulah yang terjadi kemaren…. Ga ada agenda maen ke Gunung Galunggung setelah dr Walimahan, awalnya cumake Masjid agung, sholat dzuhur, trus balik lagi ke Rumah, istrihat… persiapan pulang ke Jogja lagi… Tapi berubah setelah lihat Baliho Kawah + Cipanas galunggung yang cukup menarik hati… Kami pun memutuskan untuk berkunjung skalian refreshing… Kebayang suasana disana pasti beda!

“Ma, ke Galunggung dr Rumah berapa kilo?

“10 kilo… ya paling 1/2 jam, jalannya agak jelek..[btw aku blom pernah juga, cuma lewat, itu pun udah lama banget… ya dikira- kira aja]”

“Ya, udah sepakat! Qtha ke Galunggung sekarang mumpung masih siang… ga usah mampir ke rumah irma dulu, pasti bakalan lama, ato males, ok!”

“[lah, yang bener aja, pake dresscode Walimahan, duh.. ga banget! gimana caranya biar pulang dulu… ] Lho mas, kan mau mancing… trus Mo istirahat… kasihan Pa ‘Edi [yang bersabar mengantar kami jalan- jalan]… Gimana, lain kali aja ya?” [Firasat buruk… Duh, ada- ada aja, klo ke pantai masih mending, klo ke Kawah Gunung?]

“Ya, nanti aja pulangnya insyaAllah… Gimana? ”

“Sepakat!!!”

[sepertinya, memang bakalan ke Kawah pake Dresscode Walimahan…. Padahal mereka juga [ ikhwan. red] pake Batik & spatu, apa ga aneh ya? Tapi ya sudahlah…] Mobil pun melurcur mendaki bukir dan lereng Gunung galunggung..  Perkiraan setengah jam ternyata lebih, jalan yang dikira lumayan bagus, karena udah diperbaiki ternyata, rusak karena truk Fuso yang mengangkut, pasir hasil penambangan.. [duh, penambangan liar bukan ya?wallahu’alam] …

Sampai di Bukit, agak kecewa, diluar dugaan…karena…

“Pak, klo mo ke kawah ke arah mana?”

Mun ka Kawah mah ke atas, mun ke pemandian air panas ke bawah…”

“Mobil bisa naek sampe atas?” tanya pak Edi dan Gus Dul, sedikit berharap…

“Bisa.. tiasa pisan [bisa. red], pak” sepertinya penjaga itu blom selese bicara… dan melanjutkan… “Oh ya, neng, pak… nanti klo mo ke kawah masih naek 620 ANAK TANGGA…” GUBRAKK!!!!

Penonton kecewa… Melihat ke arah ku dan… [agak melotot…. ngeri juga]

” Maap, aku juga baru kali ini… klo naek tangga, dulu ga ada… [Dulu pas SD.. he..he..], maap info ga valid…”

He..he.. kebayang ? naek 620 anak tangga [ketinggian galunggung berapa?], blom bolak balik 1240 anak tangga… udah gitu pake Dresscode k Ondangan Walimah… he..he..!

“Gimana mau melanjutkan perjalanan? ato balik ke rumah ku!”

“Pejuang tak pernah putus asa… maju terus!”

Fyuhhh…. MasyaAllah.. Allah kuatkan kaki kami… Pulangnya, lutut bergetar, kaki pegel dan… Laper& haus…  Untung ibu menyiapkan hidangan yang lezat… menu Nila Goreng+ Lalapan Krupuk dan sambel terasi…. Luv U mam, Hatur nuhun…

Statistika…. se- teoritis itukah?

Browsing…. Cari Jurnal…. Cari Artikel…. Ternyata cukup membuatku pusing, hanya karena sebuah model yang sampai saat ini belum kutemukan keterangan lengkap nya, klo pun ada hanya sedikit paparan atau penjelasan singkat….Model linear dinamis….

Jadi semakin bertanya- tanya dan penasaran dengan model itu, sebenarnya model itu penampakan nya seperti apa, apakah seperti model time series, regresi, dinamis, multivariat, struktural ato apa? Rasanya ingin kuhentikan saja pencariannya, tapi entahlah semakin lama semakin penasaran…. Knapa model itu banyak diaplikasikan di bidang ekonomi? Apakah model itu cukup tepat untuk menyelesaikan/ menyederhanakan permasalahan analysis di ekonomi? Entahlah….Smoga aku bisa segera menemukannya…

Sudah tanya ke dosen, jawabannya kurang memuaskan… bahkan malah membuatku semakin pusing, “itu kan model ini…”, ” itu analysis kompleks…”, “itu …” “analysis struktur yang…”, Aseli!! bukannya malah mendapatkan kecerahan, malah semakin bertanya…. “Apakah sesulit dan sekompleks itu??”, [berharap smoga tidak menjadi ciut atau putus asa….]

Jika memang sekompleks itu, knapa banyak orang ekonomi yang mengaplikasikannya dalam penelitian, knapa banyak orang ekonomi yang lebih sering menggunakan analysis itu daripada analysis yang ‘rumit’ menurut statistisi….?? Menurutku, jika banyak orang yang mengaplikasikannya seharusnya model itu tidak terlalu rumit. Dimana letak ke-kompleks-an nya? Apakah karena teori nya yang terlalu sulit dimengerti?

Statistik, se teoritis itukah? slalu berpikir…. “gimana alur / proses berpikirnya?” , “apa yang mendasari teori nya?” , fyuhhh…. Jika terlalu teoristis, mungkinkah orang akan lebih mudah mengerti/ mencerna? padahal statistika adalah salah satu alat bantu untuk menyelesaikan masalah…. Alat bantu pengambilan keputusan. Bukan malah mempersulit. Pernah seorang dosen bilang “Klo misalnya kita hanya tau aplikasinya, apa bedanya kita dengan anak ekonomi yang belajar statistik?”

Mungkin ketika kita mengolah atau menganalisis data ada teman/ klien yang berkomentar “Cara lebih mudahnya gimana? ko malah jadi lebih sulit ya??”

Whateverlah…. Mungkin Statistik se-teoritis itu… Tapi haruskah seteoritis itu? Sayang aku terlanjur menyukai nya… mencoba menyenangi nya dengan segala kelebihan dan kelemahannya….

Tetep smangat!! Hampir smua jurusan belajar statistik, dari Sastra, Kedokteran, pertanian, Psikologi, Ekonomi…. Ada yang ga?? So… Jangan mo kalah karena kita [insyaAllah] orang statistik yang belajar statistik… ^_^ 

Lebaran 1428H udah lewat, bulan Syawal pun hampir meninggalkan Qtha, tapi insyaAllah ga ada kata terlambat untuk memohon maaf atas segala salah dan khilaf yang pernah terjadi selama kebersamaan kita…. Smoga kita smua bisa lebih baik dari kemarin, dan bisa mengisi hari dengan kebaikan…. amiin….

  salam ukhuwah….