Sahabat adalah hadiah yang kamu berikan untuk dirimu sendiri. Sepakat?! Ya aku sepakat, entah kutemukan dimana untaian kalimat itu. Sarat makna, penuh arti!! Hadiah yang cukup berharga, tak akan hilang ditelan masa. Dan saat ini aku merindukannya. Biasanya aku bisa menelponnya, cerita A-Z, sampe kuping panas…. Klo kantong lagi tipis, bayarnya dibagi dua, yang penting bisa tukar cerita!! Saling menyemangati, saling menasehati, saling mengingatkan, menangis, dan ahh… aku merindukannya! Biasanya meluangkan waktu untuk “hobby” kita . [Res, ditanyain twins & tune! Res, ditanyain anak2, ditanyain mi2h, ma2h. Res, ditanyain pa wan and the gank. Res, ditunggu di per4 an, di Base camp GO, nge- Gozz bareng2. Apa kabar dirimu? Smoga Tetap terjaga, istiqomah ]. Duh, Res, kangen..

Rabbi, sampaikan salam rinduku padanya.. Smoga slalu dalam ridho dan mahabbah Nya.. Rabithahku untukmu..

 

Statistician ‘n Klien [?]

Yuk berkenalan dengan statistik !! [Ko harus kenalan lagi? Bukannya udah pada kenal ya? Hampir semua orang belajar statistika. Ehm…], smoga ga menambah ketakutan orang- orang untuk belajar statistik…]
Mencoba mengenalkan statistik dengan cara gampang, asyik dan bersahabat! [mengutip Jargon AAI – Asistensi Agama Islam di kampus]

Statistician menurut Kamus Bahasa Inggris Jhon M. Echolis dan Hassan Shadily, penerbit Gramedia Jakarta artinya Ahli statistika. Menurut mbah wikipedia [www.wikipedia.com], Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan dan menganalisis, menginterpretasi dan mempresentasikan data [panjang banget!!].
Dalam tingkat yang lebih lanjut statistika adalah alat bantu untuk pengambilan keputusan manajemen [cukup keren bukan? Yup! Bukankah orang yang terbaik adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain? Dan Statistika punya ini !! amiin semoga ilmu kita barokah….]

Misal dalam sebuah kasus sederhana, klien seorang pemilik toko, yang ingin mengetahui seputar perkembangan tokonya. Meminta masukan kepada salah seorang statistician.

1. Mba klo mo lihat persentase penjualan jilbab, koko, sarung dan mukena gimana?
Statistician : asalkan ada datanya, tinggal dibuat diagram aja, mau lingkaran, batang, daun… InsyaAllah bisa lebih mudah dilihat. Yang ini statsitika deskriptif.
(Pohon apa yang ada Lingkaran, batang, daun? akarnya apa ya? Ada bunganya juga?)

2. Mas klo mo lihat apakah rata- rata penjualan koko saya sesuai dengan target ato ga, pake apa? Saya punya sejumlah data..
Statistician : hmm, lihat aja apakah rata- rata penjualannya berbeda signifikan dengan target nya. Mulai pake inferensi. Uji beda Mean populasi, dengan  = rata-rata target penjualan.
(Uji Beda? Beda?)

3. Saya mau lihat apakah penjualan produk, antara produk yang satu dengan yang lain berbeda atau tidak, bisa?
Statistician : insyaAllah, mba bandingkan aja antara rata- rata penjualannya, klo 2 produk ya bisa pake uji beda mean/ proporsi tapi klo misale produknya banyak bisa pake ANAVA dan perangkatnya.
(ANAVA, anaknya sapa?)

4. Hmm, saya juga pengen lihat pengaruh iklan baru kami di media masa terhadap penjualan, gimana?
Statistician : ada alat yang namanya regresi, selain melihat hubungan (korelasi), kita bisa lihat pengaruhnya, kita juga bisa gunakan modelnya untuk prediksi penjualan asalkan diketahui biaya iklannya..
(Regresi, makanan apa yah??)

5. Saya punya data penjualan produk di sebuah toko, saya juga punya data jumlah pengunjung toko tersebut, toko- toko itu adalah bebrapa agen saya yang tersebar di berbagai pelosok kota [bukan pelosok desa!],klo ini?
Statistician : Bisa pake andatkat [analisis data kategorik] dan temen2nya.
(Analisis data katagorik? Kata sapa? Katagorik?)

6. O ya, beberapa minggu yang lalu klien saya komplain, katanya sekarang klo antrian di kasir mulai panjang, mereka jadi berpikir dua kali untuk belanja di toko kami, memang toko itu adalah pusat- nya, dan letaknya di tengah kota. Kami ga mau kehilangan konsumen, hanya gara- gara itu, Toko itu andalan kami juga.
Statistician : Hmm, tenang, insyaAllah kami bisa bantu, dengan teori Antrian dan simulasi, bisa membantu anda melihat berapa server dalam hal ini kasir yang dibutuhkan untuk mengurangi panjangnya antrian.
(Teori antrian? Kira- kira kaya apa ya? Ngantri ko pake teori?)
 
7. Alhamdulillah, ada lagi, saya mau mengembangkan usaha saya, alhamdulillah dapet tambahan modal dan dapet pinjaman lunak dari Bank. Rencananya saya mau buka Toko baru, kira- kira sisi apa yang harus saya prioritaskan untuk dikembangkan? Lokasi, Fasilitas, Kualitas, Pelayanan, Jumlah Produk, Promosi, Diskon atau…?
Statistician : Kita, eksplore harapan pelanggan yang dateng ke toko, lewat kuisioner, trus kita buat faktor- faktor utama apa yang membuat mereka tertarik belanja di toko kita. Untuk ini pake analisis Faktor! Salah satu cabang Multivariate analisis.
Statistician : Trus, kita buat segementasi pasar pake Cluster Analisis.
Cluster mana yang paling mendominasi belanja. Bisa jadi itulah yang dijadikan prioritas.
(Cluster analisis? Faktor Analisis? Semakin pusing dirikuh…)

8. Baiklah akan saya coba, saya juga butuh informasi untuk melihat progress usaha saya, salah satunya dalam penghasilan/ pemasukan toko, apakah ada peningkatan dari waktu ke waktu atau stagnan? Atau hanya pada musim- musim tertentu? Atau variasinya berubah- rubah?
Statistician : He..Wah, ini saya suka… mulai melihat sisi lain, waktu!Kita bisa  meramalkan [baca prediksi] penjualan [serasa jadi saingan peramal]. Atau… Biasanya ada variabel yang berubah dari- waktu ke waktu, kita bisa gunakan analisis runtun waktu atau time series dan keluarganya.
(Ohh… ternyata ni orang bisa jadi peramal, saingan yang di Tipi2! Ketik …. kirim ke ….)

Kawan, percakapan diatas hanyalah cuplikan kecil dari konsultasi seorang pemilik usaha dengan seorang statistisi, yang memintanya untuk membantu nya mengambil keputusan.
Potongan diskusi kecil di atas, hanya bagian kecil dari statistika, hanya potongan kecil dari kepingan besar statistika, hanya serpihan ujung dari lembaran statistika, hanya sekilas….
Semakin banyak kita menggali dan menemukan ilmu- Nya, semakin kita merasa bahwa kita masih kurang ilmu, semakin kita tahu masih banyak yang belum kita tahu.
Masih banyak ilmu statistika yang belum terkuak… Belum banyak dikenal orang. Statistika hanyalah himpunan bagian dari Ilmu Allah yang Luas terbentang di muka bumi. Subhanallah….
Sudah sejauh manakah kita berusaha mencari ilmu- Nya? Sudahkah kita meluangkan waktu kita untuk mencari ilmu Nya?

Rabbi zidni ‘ilman warzuqni fahman,
bi rahmatika Yaa Arhama Rohiimiin

Berusaha menjadi spesialis yang Berwawasan Global, amiin. Yang merasa anak Statistika, yang suka belajar Statistika, yang Mau belajar Statistika, yang tertarik belajar Statistika, yang Mahir Statistika, yang agak mahir Statistika, yang Belum Mahir Statistika, berbagi di sini!
 

Sore..

Kenarsisan Kecintaan akan daerah asal sudah pasti akan muncul saat ia menemukan suasana yang membuatnya nyaman. Tak terkecuali aku, yang lagi- lagi menceritakan kota Kecil-ku, yang InsyaAllah esok akan jauh lebih maju [dalam hal yang positif tentu… cukuplah potret buruk tentang kota ini!!]. Salah satu kegiatan yang paling kusukai saat di rumah adalah duduk di samping teras rumah atau di loteng, menghadap kolam ikan, dikelilingi pohon sawo, rambutan, jambu air, pot- pot kuping gajah yang sedang meluaskan kupingnya…miniatur kebun ibu hasil eksperimen di dapur laboratorium mini -nya…. ditemani kicau burung dan suara bebek & angsa bersahutan, suasana yang bisa menambah keramaian sore hari…. Lihat!! beberapa meter di depan rumah ada kolam- kolam penduduk, di ujung barat laut masih ada kotakan sawah entah milik siapa.. klo cuaca cerah semakin betah, tak mau beranjak.. Ah betapa menyenangkan, jauh dari kebisingan teriakan knalpot motor, ojeg, bis dan angkot. Dibilang kota, belum memadai letaknya 12 kilo dari Gunung Galunggung, klo pake teropong [apa namanya ya lupa?], kita bisa lihat air terjun dari jauh hanya berupa garis putih bertingkat…. [Subhanallah..] dibilang desa juga ga, karena 500 meter dari kawasan ini ada pasar induk dan 100 meter dari sana terminal Tipe Bis Tipe A, Kota Tasikmalaya…. Otomatis Transportasi 24 jam sudah bisa jadi jaminan.

Entahlah, tak ada yang istimewa dengannya, bisa jadi hanya sebuah kenarsisan, berlebihan.. tapi terkadang ide- ide aneh dan inspirasi muncul.. Bahkan slalu membuatku tak berhenti bersyukur dan mengagumi Nya. Fabiayyi ‘alaai Rabbikuma tukadziban?? Hanya seper- hampir tak hingga– mungkin.. [entah bilangan apa yang terbanyak!! Tak hingga kah?] dari bumi Mu, buatku begitu indah, buatku begitu mem[p]esona, Gunung- Mu yang Kau jadikan Pasak agar bumi ini tetap tegak, ada Lautan yang bagiku begitu luasnya, namun jika tintanya digunakan untuk menuliskan nikmat Mu tetap tak cukup, Allahu Akbar!! Ada …. tak terhitung nikmat Mu, aku hanya bisa berucap syukur.. karena masih diingatkan untuk bersyukur, masih disentuh hidayah Mu.

“Kami ber- sore hari dan ber-sore hari pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi Nya, Tiada Tuhan melainkan Dia dan kepada Nya tempat kembali. Kami ber- Sore hari di atas fitrah islam, si atas kata keikhlasan , diatas agama Nabi kami: Muhammad SAW, dan diatas Millah bapa kami : Ibrahim yang hanif. dan ia bukan termasuk golongan orang- orang yang musyrik”*)

wallahu’alam.. Smoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu bersyukur atas nikmat Nya. amiin….

Dream House Part II [Tentang Gunawan…]

Dream House Part II [Tentang Gunawan…]

Kunjungan ke dream house, menemukan suasana baru. Seperti menemukan sisi lain dari anak jalanan. Tak kutemukan sisi mereka yang terkesan kasar, keras, memaksa, pemalas, kumuh dan sisi negatif lainnya, yang terlihat di sana adalah sisi kepolosan dan ketulusan, sosok yang butuh kasih sayang, penuh dengan harapan dan cita- cita, serta kebersamaan.
Dream house yang bersih [ada jadwal piket bersih-bersih juga lho…], meskipun dengan sarana yang pas-pasan [cukup] aku merasa nyaman di sana, ramai, penuh tawa, genjrang- genjreng –gitar mini- yang katanya hasil tabungannya salah seorang anjal. Menabung? Iya, mereka biasa menabung, termasuk menabung untuk beli sendal jepit seharga Rp 4.000,- . “Lho koq ga pakai sandal?”, “Ga mba, sendal nya , sekarang ngilang, padahal baru beli, empat rebu… “

Terkesan…
Malam itu, kami berkumpul ditemani Roti bakar hangat… Seorang anak cukup menarik perhatianku, penampilannya bisa dibilang agak berbeda – tidak signifikan- dengan anak- anak lainnya, dia mendekatiku… Seolah- olah kami sudah kenal. Saat datang pertama kali, dia mengucapkan salam dan menyalami kami, seperti anak ya baru pulang dr  sekolah. “Gunawan,” katanya. Kesan pertama… Selanjutnya banyak kejutan baru darinya, diluar kejujuran atau kebohongannya, aku percaya.

Berasal dari keluarga sederhana di wilayah Padalarang – Bandung. Ibunya Gun, menikah lagi dengan seorang lelaki yang katanya “Pemalas, tiap hari kerjanya nguseup –mancing-, pulang marah- marah, ngutang, bikin ibu menangis “. Dulu almarhum ayah Gun adalah seorang pelaut. Ibunya tak pernah bercerita tentang sosok ayah, “Ibu Cuma nangis, ga mau lihatin poto bapa, ga tau wajah bapa kaya apa…”. Ibu dan ayah tirinya serta keluarganya tinggal di rumah peninggalan almarhum ayah Gun. [Terharu, kesal, marah, tapi mencoba untuk tetap tenang, Gun hanya tersenyum, “udah nasib mba,”]
Ya Allah anak sekecil itu? Saat usia 11 tahun dulu, seingatku belum setabah itu…

Bukan keinginannya hidup di jalanan, bahkan untuk menginjakkan kaki di Djogja pun tak pernah terpikir sebelumnya. Ia korban, dari kekerasan, korban dari pecahnya sebuah keluarga. Ia sampe di Djogja karena kebawa kereta api yang ia tumpangi dari Jakarta. Saat itu, sepulang sekolah kelas 2 SD, gun dan teman-temannya main di Stasiun naek kereta dari Padalarang ke Kiara Condong, pulang dari Kiara Condong, ia kebawa ke Jakarta, dari Jakarta ia kebawa ke Djogja, sampe sekarang…

Bukan tak dicari, atau berusaha pulang ke rumah. Gun pernah pulang ke Bandung, yang ia temui hanya kekesalan dan kemarahan sang ayah tiri dan kedua kakak tirinya. Ia dikira kabur, untuk menghindari kesulitan keluarga. [ga mikir apa ya? Anak kelas 2 SD saat itu berpikir kabur? Berdiri dengan kakinya sendiri aja dia belum bisa… ], tega! Gun pergi ke Djogja lagi, kali ini karena ia benar- benar kabur.

Kepulangan Gun yang kedua, disambut dengan pukulan ikat pinggang milik kakaknya, Gun babak belur. Padahal susah payah ia pulang dengan hasil tabungannya 380 ribu rupiah [seingatku..], ia rindu pada ibunya, “kangen ma ibu, tau ga mba? Pas sampe di rumah aku dipeluk ibu, tapi ibu nangis lagi, dan bilang –Nak, udah ya, sekarang kamu balik lagi aja ke Djogja dari pada kamu disiksa di sini, di Jogja sana mungkin banyak yang bisa menyayangimu, dan kembali ke Bandung klo kamu udah gede… Ambil hak mu disini, rumah bapa- . Aku ga mau mba, tapi demi ibu, mba.”
“Trus…”
“Aku balik lagi ke Djogja, dengan sisa tabungan ku, karena 320ribu buat bayar utang ibu, karena ulah ‘bapa’ [ayah tiri.red], smoga ibu seneng…”
[kali ini di Djogja ia mendapat restu dari ibunya. Restu?!]. Segampang itukah membiarkan buah hatinya pergi? Wallahu’alam, mungkin ga semudah itu, sebuah dilema –bersama dengan anaknya ataukah memintanya pergi demi keselamatan bersama-. Smoga ini pilihan yang terbaik.

Gun bercita- cita menjadi orang yang hebat, untuk ibunya. “Aku pengen bantu ibu, klo aku udah gede, jadi orang hebat, aku mau ambil rumah bapa, trus aku jual, ajak ibu pergi dari bapa yang sekarang, tinggal sama aku, biar ibu seneng.” [Simpel!]
“Masih mau pulang?” tanyaku.
“Aku belum siap mba, di sini aku cukup seneng, ada temen- temen, ada rumah, punya keluarga baru. Di Bandung nasibku belum jelas.”
“Klo mau pulang, Gun bisa bareng mba. Tapi klo mba udah nemu tempat sementara untuk Gun di Bandung [insyaAllah], setidaknya untuk ketemu ibu,  mau?”
Ia hanya tersenyum, mengangguk dengan ragu… “Tapi setelah ibu angkat ku pulang haji ya mba?”
Gun salah satu anak jalanan yang punya ibu angkat, dan dia langsung ngasih alamat ibu angkatnya, di sebuah perumahan di djogja.

Smoga Allah menjaga kalian, berdo’a dan berusaha, Allah slalu bersama kita, jangan pernah ragu, tetap melangkah yakin. Ihdinashirathalmustaqiim..[tunjukilah kami jalan yang lurus].
Subhanallah, Allah melindungi kita dengan cara Nya. Allah Maha Tau yang terbaik untuk hamba Nya.. Dia memberi nikmat dari arah yang tak diduga- duga. Terkadang yang kita inginkan tak sesuai dengan harapan, namun yang Dia berikan pada kita adalah yang terbaik untuk kita. Salah satu tarbiyah Nya agar kita menjadi hamba- hamba yang lebih matang dari sebelumnya…

Rabbisyrahli shodrii. Wayassirlii amrii..
[Wahai Tuhanku, lapangkanlah hatiku (dadaku) untukku,

Tersesat di Dream House.. part1

Dream House yang ini bukan sebuah rumah impian ato rumah yang diimpi- impikan kebanyakan orang, bukan rumah yang besar dan mewah seperti istana dengan halaman yang luas, ada banyak pohon rindang kebun bunga, kolam- kolam ikan hias dengan segala fasilitas nya..

Dream house yang ini adalah sebuah rumah sederhana, cukup layak tinggal, dengan fasilitas seadanya.. di ujung gang Perempatan Jetis. Sekilas tampak sama seperti rumah lainnya, namun ada yang berbeda di dalamnya.. ada motor “butut” yang masih bisa dipake keliling Jogja, masuk ruang tamu  hanya ada satu kursi tamu yang bisa dibilang udah ga layak pake.. [dudukan busanya hampir tinggal seperempat..], sebuah meja dan tulisan No Drugs! No Smoking! dan tulisan larangan lainnya.. Ada tiga kamar, ada dapur, ada kamar mandi, dan loker- loker bertuliskan si pemiliknya.. Di dindingnya ada foto- foto kebersamaan mereka yang tetap tersenyum..

Dream house yang ini mungkin adalah rumah impian gunawan, adit, juli, eko dan anak2 jalanan lainnya. Rumah yang cukup bisa melindungi mereka dari kerasnya hidup, panasnya Djogja dan kejaran Kamtibmas ato polisi2.. Di sini membuatku melihat sisi lain dari mereka..

Rumah, tempat mereka belajar menulis, berhitung dan tempat mereka belajar saling menghargai, belajar tentang persaudaraan.. “Kami satu keluarga Mba..”

Rumah yang nyaman, namun tahukah? Jika sang empunya rumah tak seaqiah dgn kita? Bisa jadi, tak ada lagi yang mengingatkan mereka tentang Allah? Padahal hampir 80% mereka muslim.. [Ada yang mau berkunjung ke sana? khususnya putra, soale dreamhouse rumah singgah khusus putra, tanya ko bisa sampe kesana? karena tak sengaja salah alamat..]

Rabbi, lindungi anak- anak itu, bantu mereka mewujudkan mimpinya, “Aku ingin jadi orang hebat mba! aku ga mau jadi anjal selamanya!” . Terangi dengan cahaya Mu yang tak pernah redup..

 

catatan kecil..

Lama ga up- date blog.. bukan ga sempat tapi ga menyempatkan diri, bukan sibuk tapi bisa jadi hanya merasa disibukkan dengan hal- hal yang seharusnya tak menyita waktu.. [teringat tulisan seorang teman, yang cukup mjj, kurang lebih begini “klo masih jadi mahasiswa aja udah ngerasa sibuk, gimana klo amanahnya udah bertambah?? ]Smoga tak lalai dengan nikmat waktu luang ini, Allah bantu aku mengoptimalkannya.. Alhamdulillah 2008, dan akan menginjak 1429 H.. Smoga ke depan bisa lebih baik dan lebih bermanfaat. Ada banyak cerita, pengalaman dan pelajaran berharga yang telah dilalui, smoga menjadi cermin dan pijakan untuk terus melangkah leih baik.. InsyaAllah akan ada banyak hal yang baru ditahun ini.. menjadi bagian dr tarbiyah- Nya.. menjadikan diri ini hamba yang Allah inginkan..

be smartsholeha, ukht!!

Tazkia FreeMagazine !!

Assalamu’alaikum ikhwah fillah, saudara/i ku yang dicintai Allah.. [amiin], insyaAllah akan segera hadir ditengah- tengah kita [khususnya masyarakat kota MIPA]– TAZKIA– Free Magazine. Edisi Perdana! Catet FREE untuk civitas akademika MIPA tanpa kecuali..

— TAZKIA– Free Magazine ini adalah salah satu bingkisan kecil [meskipun ga 100%] dari MII-KMFM 2007 untuk MII-KMFM 2008, semoga bisa menjadi penyemangat untuk memberikan yang lebih baik dalam mensyiarkan islam lewat Media, menghijaukan kampus MIPA “pesantren UGM”. [selamat untuk nakhoda-nakhoda yang baru, smoga bisa amanah.. meneruskan tongkat estafet, meneruskan pelayaran perahu kita agar sampe tujuan!]

Nah, bwt MII’ers, KAMII’ers [KAMMI’ers yang asli juga boleh] ada PR, distribusikan– TAZKIA– Free Magazine.. ok! InsyaAllah bisa diperoleh di Mushola Fakultas MIPA UGM dan seluruh Mushola Fakultas + Masjid Kampus UGM. [Ada yang bersedia Bantu distribusi??], InsyaAllah akan didistribusikan ke Kampus- Kampus @ Jogja via JRMN.[dengan segala kelebihan dan kekurangannya..] Smoga bisa menjadi salah satu wacana baru untuk menambah ilmu.. amiin.