nulis aja ah..

Pekan yang cukup padat, smoga Allah meringankan dan memudahkan segala urusan..Deadline-nya menumpuk di pekan ini.. berurutan seperti antrian semut yang berbaris rapih.. [sedikit hiperbolis..tapi, ] . Bersama kesulitan ada kemudahan.. Bersungguh-sungguh dan berusaha optimal mengerjakannya, sabar, ikhlas dan tawakal.. Smangat !! Jangan Mengeluh.. Bismillahi tawakkaltu ‘alaLLAH..

~Jadikan yang ada di sekitar kita, sebagai inspirator dan motivator~

Hari ini, menepi sejenak dari rutinitas …. [emang biasanya ngapain?], menikmati rutinitas lain yang membuatku nyaman, disibukkan dengan hal- hal yang buatku menyenangkan. Tema nya, awali hari dengan kebaikan dan penuhi dengan cinta..

Pagi ni salah satu kebaikan-Nya adalah lewat kuliah Pak Banar yang kosong [hari ini berniat mbolos  ga masuk kuliah beliau, ada beberapa hal yang harus di prioritaskan, dan memang bukan kuliah ini… Alhamdulillah, ternyata memang kosong… Hatur nuhun pak]

Ketemu saudara baru, yang menyenangkan, baru kenal tapi SubhanaLLah.. Mba, aku diingatkan tentang kesungguhan dan keikhlasan dari mu. Dapet sms tausyiah dan semangat dari sodara2,  dan dapet telpon dari rumah yang selalu bisa merubah suasana hati dan semangat jadi ON teruuussss.. [Pengen mudik tapi.. si Kripsi menunggu, sepertinya lebih ingin jadi prioritas..], berkisah dengan ibu tentang rutinitasnya dengan gayanya yang menggodaku….

Ya, sisi- sisi yang terkadang terlupakan, kusempatkan mengetuknya. Meskipun terkesan menjadi lebih melankolis….   

 

Iklan

Belajar Baca Cara Kita…

Hari ini mengajarkan membaca huruf latin lagi padanya. Selalu ada alasan untuk malas belajar membaca, cape-lah, ngantuk-lah, masih pengen main, masih laper dan alasan yang kadang membuat kepala ini berputar- putar, “kamu cerdas, karena ga semua anak kecil bisa ‘berbohong’… Smoga masih dalam koridor kebohongan yang diperbolehkan“. [Ada yang sepakat?]. Dan harus ada cara baru untuk membuatnya bertahan setidaknya 15 menit duduk bersamaku, hanya untuk belajar membaca.

Kemarin malam, kami membaca sambil menyanyikan kata- kata yang kami temui. Misalnya, 

“ro- da          ro da” (berpikir sejenak, tak lama…. Kring-kring-kring ada speda, spedaku roda tiga kudapat dari ibu karena rajin mmbantu..)

“ma- ta        ma ta; ka- ki           ka ki” (kali ini,… 2 mata saya yang kiri dan kanan, 1 mulut saya tidak berhenti makan,2 tangan saya yang kiri dan kanan, 2 kaki saya pake spatu  baru.. ) dengan logat polosnya.

 “li- ma         li ma” (kira- kira lagu apa yang ada kata lima- nya ya, tiba- tiba, DORRR! aku ingat, balonku ada lima, rupa- rupa warnanya hijau, kuning kelabu, merah muda dan biru…seterusnya lagu balonku)

hanya empat kata dari lebih 10 kata yang kami baca, masih banyak lagu- lagu lainnya, yang kadang kami ubah syairnya.. Subhanallah.. Alhamdulillah ia bisa bertahan lebih lama dari biasanya hampir 1,5 jam. itupun setelah ia mengeluh… “Mima, aku laper..” Alasan yang asli, karena memang sudah waktunya makan malam.

Sebelumnya, pernah ia bilang,” Aku bosan” , gejala2 yang kurang baik, ketika ia bosan belajar membaca aku mencoba menawarkan mengaji, ternyata ia masih ogah- ogahan. Dan pilihan yang lain, aku menawarkan berhitung… Ia lebih suka belajar matematika. Dan ia mengiyakannya. Tapi ini adalah waktunya ia belajar membaca. belajar baca kali ini 2 in 1, berhitung sambil membaca.

“Mau berhitung ya, kak? Coba sekarang cari “nadi halaman ini ada berapa?”

“Klo “na” nya mima, hapus 1, jadi berapa?”

Dan seterusnya, bertambah jadi 1 kata, cari kata “lari”, ” baju”, “nasi”, “susu”, “sapu” dan lainnya. Alhamdulillah cukup efektif, dan ia ketagihan. Tapi jangan dipikir cara ini bisa bertahan beberapa hari, hanya 1 sampai 3 kali. Harus ada cara yang ‘baru’ untuk nya.

Subhanallah, ternyata harus selalu mencari cara agar belajar terasa lebih menyenangkan. Terkadang dia memperagakan bentuk huruf dengan gerakan/ sikap badan, sambil bernyanyi… Smoga belajar baginya, ga akan menjadi hal yang membosankan.

Tadi malam, kami belajar membaca lagi ba’da sholat maghrib dan aku ngantuk.. Ia memperhatikan ku dan… “Mima, cape? Ngantuk? Sakit?” tanya nya dengan gaya yang mirip dengan ibunya… dengan menggeleng- geleng kepala, kujawab “Ga koq, cuma agak ngantuk aja“. Tak lama ia melanjutkan celotehnya, “Sebenarnya aku agak sakit, kayaknya mau flu, jadi kalo baca pusing” .

Aku jadi khawatir, ” Ya udah malam ini, udah dulu aja, sambil kaka istirahat, dengerin mima ngaji..”, dan apa katanya? “Mima, tapi klo mima sendiri yang ngaji, aku jadi ngantuk… dan ga seger” Hmm.. ternyata, gejala kebohongan yang kedua, dan “YA UDAH, kita ngaji bareng ya.. “. Dia menganggukan kepala, dan hanya bertahan 5 menit.. langsung kejar- kejaran dengan adiknya.

“Kaka! belum selese !! ” Dia berbalik dan berkata ” Mima, aku lagi kalah sama setannya nih, soalnya kan aku ngajinya sambil lari- lari… bentar lagi aku belajar lagi koq.. kan jadi aku yang menang, setannya takut”  (?? Aku baru ingat, sebelumnya aku bilang, klo belajar nya ga anteng- tenang- berarti kaka lagi digangguin ma setannya, makanya baca bismillah sebelum belajar, biar setan-nya lari.. Dan ternyata itu cukup membekas untuknya. ^_^. Tanpa bermaksud menakuti nya. )

Semoga budaya membaca menjadi salah satu bagian dari diri kita, karena Allah memerintahkan kita membaca “Iqra”, sebagaimana firman Nya yang pertama kali turun di QS Al- ‘Alaq : 1-5, “Iqra bismirabbikalladzi khalaq..”. Karena ilmu takan datang dengan sendirinya.