ciTA

ciTA baca dengan nada ‘cadel’ anak kecil yang memanggil siTA singkatan dari si TugasAkhir alias skripsi [].

Kali pertama kutulis tentang ciTA [nama baru untuk skripsikuh..], ya semester ini kucoba untuk lebih fokus lagi pada tugas yang satu ini. ciTA ku insyaALLAH membahas tentang “Kointegrasi” ya bahasa lebih mudahnya, salah satu pendekatan yang digunakan untuk melihat “Hubungan Jangka Panjang Antara Variabel- Variabel yang diteliti”, aplikasinya mayoritas dalam bidang ekonometrika.

ciTA pun menceritakan dasar- dasar Runtun Waktu, Proses Stokastik, Autoregresif, Regresi Linier, Regresi Lancung, Uji Derajat Integrasi, Stationeritas, sedikit menyinggung VAR [not Value at Risk but Vektor Autoregresif] karena ciTA menggunakan pendekatan Johansen dalam menguji hubungan Jangka panjang antar variabel Time Series Multivariat.

ciTA, masih bingung dengan bagian ketiganya, isinya masih berupa potongan Puzzle yang belum lengkap, masih seperti hasil susunan anak balita cerdas, masih ada ruang kosong… Dan diriku belum menemukannya. Bagian ini, lebih detail tentang “Kointegrasi Johansen”. [Fyuhh… ada yang bisa bantu diriku cari bukuna?]

Ya, itulah ciTA yang menemani hariku.. dengan penuh ci[n]TA. ci[n]TA  orang-orang di sekitarku yang slalu mendukung, menyemangati dan mengingatkan diri ini untuk lebih fokus. Saat mengerjakan ku berharap ci[n]TA-Nya, yang slalu membantuku melangkah. Smoga Allah memudahkan langkah-ku dan semua sahabat yang sedang disibukkan oleh ciTA- nya. Smoga barakah dan mendapat ridhoNya, dan lebih bermanfaat…

Ayo rapikan dan selesaikan ciTA-nya! Gapai dan Temukan CiNtA- Nya, untuk cita- cita, hari esok yang lebih baik sebagai tanda cinta untuk orang-orang tercinta. [muncul tiba- tiba, terinsppirasi dari…] 

Kanggo simkuring sareng rerencangan saparakanca  yang lagi dapat amanah Skripsi ato sejenisnya, SMANGAT!!!! Saling mengingatkan yo!

Diserang Serangga

Alhamdulillah setelah lama menepi, akhirnya nge blog lagi. Pekan kemarin hampir ga ngeBlog, cuma Blogwalking via HP [tetepp].. Tapi ya ga bisa nge Blog. Dan kemarin baru dapet kejutan, sampe terkejut berkali- kali [agak hiperbolis, tapi ya begitulah…].

Kira- kira hari Rabu pagi, tiba- tiba dikejutkan dengan beberapa ‘area merah’ di wajah, “ah, mungkin kena nyamuk” [pikirku..]. Tapi karena sempat merasa gatal dan perih, sorenya ku mulai sadar klo areanya semakin meluas. ” kunaonnya? ” tapi sore itu masih kubiarkan. Dan akhirnya atas rekomendasi seorang sahabat “Coba pake salicyl, moy” . Segeralah malamnya ku berburu salicyl. Alhamdulillah ada seorang mba yang punya, bahkan ada yang bilang “pake minyak tawon aja mba”.

Dan pagi kedua, lagi- lagi ku dikejutkan, kali ini ada bintik- bintik putih nya- entah apalah namanya.. Sungguh aku kaget bukan main.[Bahkan klo mengingatnya masih merinding, Setiap pagi selalu ada perubahan dengan area itu. “Ya Rabb, knapa ya?”], Siangnya segera kutanya seorang mba dokter di kos ku, dan menceritakan kronologisnya. Ada beberapa diagnosa, ALERGI, kena Serangga ato Salah makan. Dan beliau menyarankan untuk beli anti alergi dan CTM. Karena khawatir ada efek sampingnya, aku memutuskan memutuskan untuk menemui pak D****N [tanpa maksud promosi…], seorang dokter spesialis kulit di daerah pogung dan langsung menghubungi ukhtiqu yang baik hati menemaniku “hatur nuhun ya, ukht” .

Ba’da maghrib, meluncurlah kami dengan hotaru ke wilayah pogung. [Alhamdulillah masih buka.. Hm katanya Pak Dokter Udah sepuh, tapi kok masih Muda ya? Eh salah , yang bapa2 itu yang jaga pendaftarannya…] . Sampai di ruang periksa, dikasih cahaya trus…

“Hmm, ini kena serangga.. Nama serangganya “Double B”  [lupa namanya..] pokoknya sejenis serangga, yang biasanya kalo malam hari mendekati cahaya, bisa lampu ato sejenisnya. Mungkin waktu itu lampu kamar kamu nyala, jadi mengundang serangga itu masuk ke kamar, karena biasanya dia hidup di luar rumah. Dia mungkin jatuh pas disekitar wajah, dan merayap2 disekitarnya…”

Ya begitulah kata dokternya dan ada pesan dari beliau:

“Kalau mau tidur jangan lupa lampunya dimatiin, ato dikasih lampu yang redup, ato lampu tidur dan sejenisnya, klo bisa letakkan di bawah ato ketinggiannya sejajar dengan tempat tidur, jadi klo pun ada serangga itu, jatuhnya ga sampe di bagian yang lebih atas dari lampu..”

Ya, insyaAllah pesannya saya ingat, pak. Bahkan serasa diingatkan dengan hadist Rasulullah, untuk meredupkan lampu saat tidur.[tapi nash- nya lupa..]. Subhanallah, dengan ini, diingatkan beberapa hal, tentang kesabaran, ikhlas dan syukur… smoga diri ini menjadi hamba yang bersyukur, atas nikmat kesehatan. amiin.

 

Dan