Bintang- Bintang..@ Nglegi

Masih tentang episode hidup di Nglegi, subhabaLLah Allah menempatkan aku di sebuah dusun dengan banyak karakter yang cukup unik, dusun Nglegi adalah pusat Desa Nglegi tempat kami KKN, tempatnya cukup nyaman [parameternya adalah cukup air, “beberapa teman kadang ‘pinarak’ di pondokan kami hanya untuk ikut mencicip air..”, pertaniannya lumayan bagus, dekat dengan pasar yang cuma ada saat ‘wage‘ kalihan ‘pahing‘, tempatnya strategis, wilayahnya cukup luas terbentang dari RT. 12 ‘jembatan tua’ sampai wilayah Pace yang terbelah aliran sungai ‘hidup segan mati tak mau’  hampir tak ada air mengalir layaknya sungai, tapi itu adalah kebanggaan warga, karena Nglegi kami masih punya sungai dll], yang paling mengesankan adalah “Bintang di Nglegi sangat jelas” itulah yang membuat kami menyempatkan diri mampir di depan rumah Mbah Dila untuk melihat bintang..” Subhanallah.. hanya decak kagum pada Mu, Rabb yang Maha Kuasa..“, “ada yang mau menemaniku melihat bintang??”

Kami bertiga [aku, mba Fen dan Ris] seringkali diam- diam melihat bintang selepas jam 9 malam [padahal jam malam untuk putri @ KKN jam9 malam, kecuali ada agenda warga, tapi insyaAllah gpp koq kan cuma di Kursi pohon atau di depan “Griyo”  Mbah Dila], biasanya kami hanya beralaskan rumput, menatap bintang, membentuk apapun rasi bintang itu menurut daya imanjinasi kami… O, Allah, Maha Indah, “Fabiayyi alaa i Rabbikuma tukadziban…”

Berbeda dengan malam sebelumnya, kami membawa bekal, seperangkat tikar mendong dan satu kresek makanan dan minuman [aihhh.. niat banget rupanya ], sekedar melepaskan kepenatan, mengekspresikan suasana hati dan menyampaikan kerinduan… [terlalu melankolis..], bermuhasabah… Ya, karena Allah menjadikan malam sebagai pakaian dan siang tempat untuk mencari penghidupan.

Rabb, jadikan kami hamba- hamba yang selalu bersyukur pada Mu, mampu mengambil hikmah dari setiap Tarbiyah Mu, pada kami. Smoga kami bisa menjadi hamba yang Engkau inginkan.. Meluruskan semua niat ikhlas hanya karena Mu..

Rembulan cahayanya menawan, memayungi kepekatan malam… Bebintang sinar berkelipan… menghiasi kegelapan malam, Bulan dan Bintang menjadi saksi kebesaran iLLahi. bintang- bintang bertaburan di angkasa, angkasa raya, panduan mereka yang berkelana…” [Nasyid] 

..Nglegi..

Apa kabar blog? Lebih dari sebulan ga nge blog… Alhamdulillah sebulan sudah, kami menjadi bagian dari desa Nglegi, sebuah desa di kecamatan Patuk Gunung Kidul… Terdampar di sebuah dusun di pusat desa, Nglegi. Hari- hari terlewati dengan dinamis, selalu ada hal baru yang kami temui setiap harinya. “Beginilah hidup di desa… dengan segala kekurangan dan kelebihannya, menyenangkan… insyaAllah ada tarbiyahNya di dalamnya”

Semangat!! Berikan yang terbaik, berkontribusi dan berusaha memberikan manfaat apapun yang bisa diberikan.. Allah, kuatkan kami, teguhkan hati kami, agar senantiasa ikhlas dan meluruskan niat di jalan Mu.. Faidza azzamta fatawakal ‘alaLLah!! Allahu akbar!

-sela2 KKN menepi sejenak dari hiruk pikuk, menghirup udara kota Djogja-