Lalu Tersadar…

Pernah merasa bahwa ada yang sebuah perubahan dalam diri kita? Bisa ya bisa juga tidak, karena kita tak segera menyadari nya…

Pernahkah merasa bahwa kita melakukan apa yang tak biasa kita lakukan? Bisa ya bisa juga tidak, karena kita mungkin tak menyadari nya…

Pernahkah merasa bahwa kita tak menjadi diri kita sendiri? Ya sangat mungkin. Karena lagi- lagi kita tak sadar bahwa ada sebuah perubahan dalam diri kita, bahwa kita telah melakukan hal- hal yang tak biasa kita lakukan. Baik, jika perubahan itu ke arah kebaikan dan semakin membuat diri kita lebih dekat dengan Nya. Namun buruk dan akan sangat merugi jika kita malah semakin buruk dan terpuruk… Naudzubillah… Smoga Allah menjauhkan diri kita dari keterpurukan…

Menyadari apa yang terjadi pada diri kita bisa jadi salah satu cara muhasabah, sejauh mana kita melangkah, sejauh mana kita bertindak, sejauh mana kita berpikir lalu sejauh mana kita berubah? Smoga ketika tersadar kita tak berada dalam kondisi yang sama, apalagi lebih buruk…

Allah, ku yakin Engkau Maha Tahu berada dalam kondisi apakah diri sekarang? berada di bagian atas roda ataukah di dasar roda, yang ketika roda itu berputar aku tergilas, jika aku tak segera berpegangan pada jari- jari roda itu, maka aku mungkin juga akan tertinggal di jalanan… Naudzubillah…

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami, kecuali karena rahmat dari Tuhanmu….” (Al-Isra’: 86-87)

“Rabbana laa tuzighquluubanaa ba’da idz hadaitana wa hablanaa min ladunka Rahmah…”

Segeralah tersadar, dalam posisi apakah diri ini?

Allah, jauhkan kami dari kelalaian yang berkepanjangan, hingga kami tak lagi mudah menyadari apa yang terjadi pada diri kami. Allah, bantu kami menyadari apapun yang ada pada diri kami, menyadari apapun perubahan yang terjadi pada diri kami, baik maupun buruk… Lalu, tersadarlah kami… Dan Tunjukilah kami pada jalan yang Kau ridhoi. Amiin…

“Biar saja Allah yang menyemangati kita, sehingga tanpa sadar tiap peristiwa menjadi teguran atas kelalaian kita… Cukup Allah saja yang memelihara ketekunan kita karena perhatian manusia kadang menghanyutkan keikhlasan… Smoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna, pribadi yang saat berbaur mampu menyemangati yang lain dan saat sendiri mampu menguatkan dirinya sendiri….”
[sms]

Iklan

AlhamduliLLah…Finally…

Alhamdulillah akhirnya hari ini datang juga, alhamdulillah akhirnya sidang ‘pendadaran’ skripsi sudah terlewati, alhamdulillah satu tahapan sudah ku lalui, meski meniti jalan yang tak lurus dan luas, episode penyusunan tugas akhir selama beberapa bulan pun selesai. Syukur ku pada Mu Rabb…

Alhamdulillah, hari ini… dinyatakan LULUS… ya Sarjana, insyaAllah… Tak ada kata yang mampu terucap selain Puji dan Syukur pada Mu, dan rasa tak percaya, bahwa tahapan itu baru saja ku lalui. Alhamdulillah…

Meskipun masih ada yang harus di revisi terkait beberapa hal, tapi kata orang itu wajar, ya sangat wajar dalam penyusunan tugas akhir, karena kita masih belajar… Esok harus lebih baik!!!  dan saatnya bersemangat untuk merevisi…

Teruntuk semua nya yang tak bisa disebutkan satu persatu… Jazakumullah khairan katsira… atas segala bantuannya, do’a, semangat dan lain- lain. Kalian bagian tak terpisahkan dari episode ini… InsyaAllah akan ada amanah baru yang menanti untuk dikerjakan. Karena setelah selesai urusan yang satu, maka akan ada urusan lain yang harus diselesaikan. Bahkan kata Ustadz Hasan Al Banna, “kewajiban yang kita miliki, lebih banyak dari waktu yang kita miliki”, Jadi bukan saatnya terlena dengan selesainya satu urusan, namun bersegera bergerak mengikuti putaran roda kehidupan yang lain, segera menyesuaikan diri dan nikmati serta syukuri yang ada di hadapan sekarang… Jika tidak maka bersiaplah terlindas oleh rotasi nya…

Ahhhh… Untaian kalimat yang sungguh mudah muncul dalam benak dan mengalir begitu saja lewat hentakan keyboard… Namun sepertinya tak semudah itu… “Mampukah diri ini melalui nya?”, Tawakkal ‘alaLLah… Saat ini beradzam untuk lebih baik lagi, beradzam untuktak lagi menunda dan santai… Bagaimana tidak? Karena perputaran ini semakin cepat, dan aku tak ingin tergilas… Smoga Allah selalu menuntunku berada di jalan yang diRidhoi Nya… amiin.

“wa man yattaqiLLaha yaj’aLLahu makhraja ” [dan barangsiapa yg bertaqwa pd Allah maka Dia akan menjadikan untuk nya jalan keluar…]

Smoga ilmu yang telah kudapat berkah hingga bisa semakin bermanfaat untuk hamba Nya yang lain… amiin…