Novel T…

Dari sejak aku mulai mengenal huruf, sejak aku mulai bisa merangkai huruf menjadi sebuah kata dan untaian kalimat, sejak aku dikenalkan pada buku, sejak aku mulai senang menulis dan sejak aku beradzam menjadikan menulis menjadi bagian dari hidupku…. aku tetap lebih suka cerita non-fiksi, meskipun banyak cerita fiksi yang tak kalah bagus nya… tapi bagiku kisah yang terinspirasi dari kisah nyata lebih menarik hati. knapa? takkan ada kekecewaan karena itu hanya sebatas impian, obsesi atau harapan… juga ada sebuah keyakinan yang bisa dibilang nyata, karena realita nya pernah ada…

Dan ketika salah seorang teman mengsms… “Moy, masih pengen nulis novel yang terinspirasi dari kisah nyata?” maka jawabannya “ya.” “te insyaAllah bersedia klo moy mau nulis kisah tentang Te…”

Ya, beberapa waktu yang lalu, ketika beliau menceritakan “perjalanan” nya, maka sempat terbersit “aku akan menuliskannya” namun entah dalam format seperti apa… Mungkin sebuah novel… Ya bisa jadi. Saat ini memang masih dalam tahapan mimpi…

lalu… “nanti ditulisnya, insyaAllah klo ending episode 1-2 udah terjadi ya…” [hmm… hanya tertegun]…

Smoga Allah senantiasa memberkahi setiap perjalanan dan setiap pilihan yang kita ambil… Dan ending proses dari episode perjalanan 1 bukan lagi yang dinanti… Barakallah… Yup, tetep “Write for Change, Change the world with words…” with smartsholeha…. amiin.

Iklan

Pagi, Dunia dalam Duniaku… [1]

Pagi yang cerah, dari jendela kamar pun terlihat cahayanya menyusup di dedaunan pohon mangga… Menambah cantiknya warna- warni pagi… Smoga hari ku juga secerah cahaya matahari, sekuat dan seikhlas matahari ketika memberikan sinarnya pada dunia. Tanpa keluhan, karena ia pun tak pernah mengeluh… Amiin… Allahu Akbar, Subhanallah, bertasbih (pada Nya) apa yang ada di langit dan di bumi…

Ditemani ”muhasabah cinta” nya edcoustic. Bisa dibilang aku menyukai beberapa lirik- lirik milik duo tersebut. [Ada yang suka juga?]. Tapi setiap kali aku mendengarkan setiap bait lirik nasyid mereka, yang terlintas adalah sebuah bayangan masa lalu dengan seluruh elemennya, termasuk orang- orang yang pernah ada di dalamnya. Dan setiap mengingatnya, aku merindukannya… Dan jika itu terjadi, maka salah satu saksinya ada tangis… Smoga Allah menyayangi mereka yang ikut menghiasi hari- hari itu, juga menyayangi nya… [Ternyata diri ini masih menyimpan memori itu baik- baik, meletakkannya di tempat yang jauh, namun tetap terlihat dan terlindungi, jadi ketika aku mencarinya aku dengan mudah bisa menemukannya…]

Dan…

Istiqomah itu ternyata tak mudah, ketika kita bertekad untuk istiqomah pun, selalu saja ada ujian, selalu saja ada kerikil, bahkan kerikil yang berupa pasir halus yang terkesan membuat jalan ini lurus- lurus saja tanpa cacat… tapi siapa sangka jika pasir halus itu licin dan membuat kita semakin mudah terjatuh lalu terpeleset…

Akan tertipu kah kita? Akan kah membuat kita merasa tetap berada di zona aman?

Berawal dari sebuah kelalaian, kita diarahkan untuk kembali memilih, kembali atau menikmatinya? Harus kembali!! Karena semakin kita menikmatinya maka semakin jauh kita dari Nya.

Lalai dari waktu semakin membuat ’waktu’ menjadi semakin tak berarti, padahal setiap detiknya tak akan pernah kembali… Yang terasa adalah waktu semakin cepat berlalu, terlewatkan begitu saja… Naudzubillah, smoga kita mampu mengisi setiap detiknya dengan amalan…

Lalai akan hal- hal kecil yang dulu tak pernah kita lakukan, karena kita anggap tak sesuai dengan hati nurani, tak sesuai dengan ajaran agama, tapi berawal dari sebuah pemakluman akan kesalahan kecil, maka bisa jadi suatu saat kita tak akan merasa salah atau berdosa jika melakukannya… Naudzubillah…

Lalai akan ibadah pada Nya, karena hawa nafsu… mungkin awalnya kita tetap merasa dekat dengan Nya, namun siapa sangka bahwa nyatanya semakin jauh dari Nya… Naudzubillah

Cukupkanlah Allah, untuk kita…

[dunia dalam dunia, terpisah namun tanpa sekat… menepi kembali…]

”Siapa yang mengingat Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam Diri-Ku dan siapa yang mengingat Ku dalam keramaian orang, maka Aku mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka”

[hadist qudsi, riwayat Ahmad]