Wisuda… Nov 2008 [Alhamdulillah…#]

Apa kabar ikhwah fiLLah yang dicintai Allah?

Alhamdulillah, 19 Nov 2008 yang lalu salah satu tahapan episode hidup di kampus biru, telah terlewati… Smoga ilmu yang telah didapat barakah dan bermanfaat untuk diri ini khususnya dan untuk umat pada umumnya. Smoga diri ini bisa mengamalkannya untuk kemaslahatan umat… amiin.

Wisuda adalah salah satu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri untuk orang tua, karena mungkin bagi kebanyakan orang tua, wisuda adalah salah satu bukti bahwa mereka telah mengantarkan putra- putri mereka menyelesaikan bangku sekolah nya. Ketika salah satu amanahnya telah tertunaikan… Terlepas dari apa pun yang sang anak lakukan ketika kuliah… Rabb, ampuni aku ketika selama berada di kampus aku tak menjaga amanah Nya… lupa atau mungkin melalaikannya… Kutahu ada tak terhitung tetes air mata sejak awal mengantar ku di awal kuliah… hingga hari H wisuda pun aku masih membuatnya menangis…

Baca lebih lanjut

Iklan

Bahagianya Menjadi Muslimah

Tulisan ini terinspirasi dari salah satu tema tulisan MF tahun ini. Sebagai seorang muslimah, sudahkah kita bahagia menjadi muslimah? Alhamdulillah jika kita mampu menjawab mantap “Ya, aku bahagia!!” namun kenyataannya masih saja ada seorang muslimah yang belum merasa bahagia dengan predikatnya… Knapa? Wallahu’alam… yang tau mungkin hanya Allah dan dirinya.

Akhirnya kuputuskan mengeksplore pendapat dari beberapa saudari via sms, kira- kira bunyi sms nya,” Aslm.. ukhtiqu yang dicintai Allah, ‘Knapa bahagia menjadi muslimah?’ jazakillah ats pendapatnya. Smoga bermanfaat”, dan inti jawaban mereka adalah…

karena ia takkan menjadi hamba dunia, hati dan hidupnya selamat” [umi]

” karena muslimah memilki orientasi hidup yang jelas, dunia sampe akhirat dan mendapat jaminan yang pasti dipenuhi Allah Azza wa Jalla, saya tidak bisa hidup jika bukan seorang muslimah…” [ra2]

”karena tak smua orang punya kesempatan menjadi muslimah” [iewy]

”Karena tidak ada alasan untuk bersedih, jadi berbahagialah atas smua qada dan qadar Nya, yakinlah itu yang terbaik untuk kita, AlhamdulillahJ” [nna]

Dan aku pun bahagia menjadi muslimah karena…

” karena muslimah punya kesempatan untuk menjadi hamba yang Allah kehendaki, punya kesempatan membuat hidup ini lebih berharga, punya kesempatan bisa disayang Allah… Smoga Allah ridho, aku ingin menjadi muslimah selamanya…kini, esok dan nanti… amiin.”

Bagaimana dengan mu ukhtiqu??

Pasti setiap orang punya jawaban masing- masing yang berbeda… Smoga Allah senantiasa mengaruniakan hidayah agar kita senantiasa istiqomah dalam perbaikan, menjadi muslimah yang Allah kehendaki, hingga lisan dan hati kita pun berkata, Allah… aku bahagia menjadi muslimah…

Selamat Berbahagia!! Karena kita seorang muslimah…!! Wallahu’alam bissawab.

 

Minta?

Minta? Entahlah kenapa mengatakan sebuah permintaan aja terlalu sulit bagi lidahku. Padahal apa yang ingin ku minta sudah ada dalam pikiran bahkan mungkin sudah ada di pangkal lidah ku… Harusnya tak begini, tapi baru ini yang bisa kulakukan…  Tenang, aku akan berusaha semampuku, smoga Allah memberikan kemudahan… Sungguh tak bermaksud membuat bingung dan sedih… InsyaAllah nanti tak sesulit ini… ^_^

Bahkan meminta pada Nya pun terkadang terasa malu, rasanya terlalu banyak permintaanku pada Nya, tapi pada siapa lagi diri ini harus meminta selain pada Sang Maha Pemilik segala sesuatu… Dan sekarang aku pun ingin meminta… Smoga Allah meluruskan niatan hatiku, menjernihkan hati dan pikiran ku, memberikan petunjuk pada setiap pilihan, menguatkan ku dengan kekuatan Nya… Allah aku ingin menjadi hamba yang Kau inginkan… amiin… Jika mampu, aku berharap bisa memberi sebanyak- banyaknya… amiin… Dan karenanya aku pun hanya bisa meminta pada Mu…

Jazakallah, maaf… telah melatihku – meminta sesuatu…

Kost no Cost #1

Klo ditanya ruangan yang paling nyaman, diriku mungkin menjawab kostn. Entahlah knapa aku bisa tahan berlama- lama di ruangan itu. Ada saja yang bisa kulakukan di ruangan itu. Ada saja hal yang menginspirasiku… Ruangannya yang sejuk, jauh dari keramaian jakal, tenang dan banyak lagi hal lain. Apalagi setelah jarang kuliah. Sempet ada yang tanya, “betah banget di kamar, ngapain aja?” . Banyak yang bisa kulakukan.

Hari ini, ngobrak ngabrik file- file di rak dan lemari buku… sepertinya sudah tak beraturan susunannya. Serasa menjelah ke waktu beberapa tahun lalu… Lama sekali, karena sebelum file itu kuseleksi masuk kardus ato tong sampah ato ‘ file penting dan harus dijaga’ , kusempatkan sambil membaca dan mengingat2 lagi… Ah memori lama pun tersentuh lagi… Indah, tapi tak boleh berangan2 dengan yang sudah terjadi… Tidak, bukan! InsyaAllah bukan berangan2, hanya sekedar merenung dan bermuhasabah.

Ya lama sekali. Hingga akhirnya jam 11, aku berjalan2 dengan si Poly untuk menemui seseorang, tapi ternyata beliau malah minta menemui ku di depan kos. Akhirnya kembali ke kosn. [Ah, senangnya setiap kali bertemu denganmu, meski mungkin dirimu tak membersamai kami untuk sementara waktu, tapi masa- masa itu terekam dengan baik disini… terlalu militan, simple, cuek dan tegas, itulah dirimu dibalik sisi lainmu… mungkin aku bisa menyayangi mu dengan caraku… ] Kuserahkan flashdisk dan motornya pun kembali menjauh meninggalkan jakal…

Tak lama. gerimis… kembali ke kos dengan tumis jamurdan kikil bu Lastri…

Sebelum kembali ke kost… Kusempatkan menengok mangga apel. Aih, rupanya setelah 2 hari yang lalu, dibantu 2 orang teman [mas F***r dan Dh****g] memetik buahnya sambil naik2 g**t**g ternyata sudah ada yang mateng lagidan siap di panen. Tak lama “Klo mau ambil aja neng, tuh buat metik nya…” Sahut nenek pemilik kost kami… Dan dengan penuh semangat [berlebihan…], langsung menghampiri penghuni kost lain dan pencarian mangga apel yang menguning pun dimulai. Alhamdulillah dapet sekitar 10 buah.. Ada yang mau? Manis banget lho…

Kost no cost, betapa banyak fasilitas bonus disini, dari buah2an yang banyak dan bebas kami petik [jambu, mangga, alpukat, lengkeng, rambutan dlu  ada sukun, sarikaya dll], ada wifi yang biasa kami eksploitasi sampe larut malam, dipersilakan bermain air* sambil olahraga bebas di tetangga sebelah kosn dari jam 6 pagi s.d jam 6 sore, makan dan snack gratis klo ada acara bareng ibu kos.. Ah subhanallah wal hamdulillah syukurku pada Mu, Rabbi… smoga Barokah… dan tak ada yang menyalah gunakannya seperti.. *) [ 2# Kost & Percobaan Kristenisasi… next insyaAllah!!]

Jalan Bareng ma si Poly

Hmm.. si Smart lagi ga bisa diajak bercerita, jadilah update blognya di Agape, setelah sekian lama… Setelah absen cukup lama dari mesjid kehutanan [kemana aja moy?], setelah KKN, Ramadhan, Syawal, mudik dan alhamdulillah bisa berkumpul lagi di majelis itu, semakin penuh, semakin rame… Ya Allah, rasanya tak ingin berpisah dengan kampus ini… Hari ini ust. Arif Munandar dari Jakarta yang ngisi, subhanallah, dengan gaya khasnya, selalu saja ada semangat baru yang dihantarkan. Ya, smoga ilmu yang didapat bermanfaat…

Ya, ceritanya baru kali ini jalan berdua ma si Poly… [biasanya kan si poly di kayuh, kali ini kami jalan berdampingan] . Sepulang dari kehutanan tadi, sengaja ga lewat jalan kampus- keluar dari hukum- lembah UGM- muter, baru sampe di depan puskemas catur tunggal trus masuk ke karang bendo… karang wuni- jakal… Tapi kami ‘ manjat rante’ pagar utara fakultas kehutanan… [untuk menghemat waktu, karena hampir maghrib…], tiba-tiba, si poly ga bisa di kayuh dan, rupanya rantainya lepas… Hiks… Alhasil, kami lewat jembatan depan kehutanan trus… mulailah berjalan berdua [setelah sebelumnya sempat menghubungi ukhtiku yang baik, untuk minta tolong nemenin… tapi ga jadi, afwan merepotkan ya jeng…]. Berharap ada yang kenal entah itu akhwat ato ikhwan yang bisa bantu masang rante si poly, karena cukup rumit juga…

Akhirnya, kuputuskan menuntunnya menuju rumah seorang ikhwan di deket pa lebah, rencananya kutitipkan dulu, trus nanti aku minta jemput si ukhty, besok pagi baru ku tengok dan di bawa ke bengkel, klo2 kemaleman…

Tapi sampe depan kiosnya, ternyata tutup, sepi… Akhirnya kuputuskan kembali menuntun si poly, berharap menemukan bengkel ato setidaknya yang lagi ‘nganggur’ yang bisa bantu masang rante… Alhamdulillah tak jauh dari kios pak Lebah, ada bapa2 yang lagi beresin perkakas bengkelnya, tanpa ba bi bu, memberanikan diri.. “Pak, boleh minta tolong masang rante sepeda sy?” .

Alhamdulillah, hanya dalam beberapa menit dengan bantuan obeng dan oli, si poly bisa dikayuh lagi… Pertolongan Allah memang datang dari arah yang tak terduga… dan alhamdulillah sampe kos dengan selamat… Ah sore yang luar biasa…