Pilihan

Hidup adalah sebuah pilihan. Kalimat yang tak lagi asing di telinga. Tiba- tiba kalimat yang seringkali diingatkan seseorang pada keluarga kecil kami muncul, “ketika kita memilih berada di jalan ini… maka diri kita bukan hanya milik kita, tapi ada hak orang lain disana…” ditambah ingatan tentang seorang kakak “jam 9 pagi keatas, itu usahakan tak lagi dihabiskan untuk mengurusi urusan pribadi… tapi waktu untuk berinteraksi dengan orang lain…”

hhhfff… Harus selalu begitukah? Sekali lagi itu pun pilihan…

Baca lebih lanjut

Iklan

Pengabdian

Alhamdulillah akhirnya acara itu tertunaikan. 9 Maret 2009. Terbilang sukses dengan parameter kesuksesan tertentu, dengan kacamata yang tertentu pula… Tak penting. Yang penting smoga Allah ridho dan acara itu membawa keberkahan untuk siapapun yang terlibat disana.

Bukan Djogja tapi keberadaan keduanya mengingatkan tentang kampus. Beliau sempat menyebutnya BGST kemarin. Biogeosainstek. Mas Fatan dan Mas Denis. Seharian bersama mereka di Bale kota Tasikmalaya. Menjadi pengisi acara bedah buku untuk pelajar di kota yang baru saja beranjak remaja. Tasik.

“Masih ingat kami, irma?” [harusnya aku yang tanya, masih ingat saya, mas? Karena kecil kemungkinan beliau berdua masih ingat saya. Terakhir, pertemuan di pondokan Eyang, September 2008.]

“Apa kegiatan sekarang?”

Seperti yang kalian tau, tak banyak, lebih banyak di rumah tak banyak aktivitas. Ah… Ini yang slalu kukhawatirkan, dihabiskan apa waktu luang? bisa jadi tak ada yang berbuah kebaikan… Astaghfirullah… Maka siapapun tolong ingatkan…

“Sudah kerja?”

InsyaAllah smoga… tapi belum mulai, mas. Hanya belajar untuk mengajar. Belajar untuk memberi sesuatu yang masih dititipkan padaku…

Tak lama, “Ust. Faudzil Adzim bilang, menjadi guru itu pengabdian…” Ketika itu pengabdian maka yang ada hanyalah mengabdi. Bukan untuk mencari uang apalagi yang lain… [Jika ada itu hanya sebuah …]InsyaAllah… hanya berbisik lirih dan mulai berfikir…

“Amiin… smoga ya… Nah sekarang lahan apa yang bisa dijadikan untuk mencari penghasilan? Sudah ada?”

Semakin terdiam, sibuk berfikir sendiri… ah, apakah itu? InsyaAllah…

Alhamdulillah. Mas2, Terimakasih sudah bersedia mampir dan berlama- lama di Tasik, sebuah kota yang mungkin sangat berbeda dengan Djogja… Makasih telah mengingatkan. Smoga yang kemarin, bermanfaat… Makasih obrolan2 di ruangan terbatas dan penerimaan seadanya. Afwan. Hanya Allah sebaik- baik pemberi balasan…

nurani 2#

Aku tak sedang melankolis, aku hanya sedang berdialog dengan nurani. Ia sedang membisikan sesuatu tentang diri. Perubahan kah? Kemana arahnya? Ingatkan tentang tujuannya dan visi lalu misi hidup. Dan berbisiklah lebih keras lagi!! Agar tersadar dan tak lagi tertidur dibuai mimpi. Bergerak, karena setiap harap itu butuh ikhtiar, bukan? Ah… nurani, smoga aku tak lagi lupa membiarkan hati tempatmu berbisik lirih, tertindih maksiat. Agar dalam keramaian aku masih bisa mendengarkanmu berkata, tak hanya dalam hening atau sepi. Ketika itu, mungkin tergeserlah melankolis.

***

Baca lebih lanjut

Taman Raflesia

Beberapa pekan lalu menyempatkan mampir di taman Raflesia, salah satu taman kota di Ciamis. Seperti biasa agenda akhir pekan adalah silaturahim ke rumah ortu beliau. Dan ahad paginya mengajak ponakan semata wayang [saat ini ponakan beliau baru satu… esok… ah qt tunggu ajah… klo ponakan ku? dari saudar2* tak seibu seayah sudah cukup banyak, klo sedarah?? jangan tanya!] main ke Taman Raflesia… Mungkin tak ada yang luar biasa di sana, hanya kerumunan orang2 yang menghabiskan waktu paginya disana dengan berbagai macam aktifitas…

Beberapa aktifitas yang terekam┬ási Noki beliau…

bersambung tentang deldom, sarimin, bandros dll…