Jakarta…

Bismillah…
Jika dirimu memintaku menemanimu dan meninggalkan kota ini sementara waktu, dengan senang hati…
Meskipun harus beradaptasi dengan hiruk pikuknya kota itu, insyaAllah siap… slalu ada konsekuensi di balik smua pilihan…

Smangat!! Smoga slalu ada dalam keberkahan dan ridho Nya…

Iklan

Ibu, kangen kampus?

Hari selasa kemaren seperti biasa rutinitas selasa di ‘gedung koneng’, belajar mengajar. Cukup padat karena ada 3 kelas alias 3 kali show.
Tapi, alhamdulillah lg fit… Nah, kelas terakhir biasanya tempat berbagi sisa energi, meskipun slalu berusaha ga ngasih energi sisa. berusaha masuk kelas ketiga sama halnya seperti masuk ke kelas pertama, jam 10 pagi. Kelas ketiga cukup heterogen mahasiswanya dan bisa dibilang lebih interaktif, meskipun 2 kelas lain juga interaktif namun mereka punya kekhasan masing- masing.

Tiba- tiba bayangan masa kuliah di kampus biru muncul dan tertuang dalam dialog kami. Hingga salah seorang mahasiswa yang cukup dikenal berkomentar, ” Ibu, kangen kampus ya?” Sejujurny ku jawab “ya” karena lagi kangen kampus, kangen Djogja dan semua serba serbi nya…

Tapi asal kau tau, kami menyayangimu apa adanya…

Setelah sekian lama akhirnya smartsholeha berhasil terupdate, senangnya…
Tulisan terakhir hampir sebulan yang lalu… UN dan Idealisme… Karena memang tulisannya terinspirasi dari fenomena UN di Indonesia yang semakin tak jelas kemana arahnya… Dan tulisan ini terinspirasi dari seseorang yang kusayangi dan mencintaiku apapun keadaanya… Seseorang yang terpaut 19 tahun dariku.

Entahlah, apa yang membuatmu tetap mencintai kami…

Keadaan berubah sejak hari itu, keadaan berubah sejak mobil itu mengantarmu pulang, kembali ke rumah…
Tak terlalu ingat keadaan mu saat itu, tapi yang kutahu dari cerita orang sekitar sejak kecil kau sangat mencintaiku dan seluruh keponakanmu, tanpa kecuali. Dulu, aku pun tak terlalu paham apa yang terjadi dengan mu, yang kutahu sepanjang hari hanya diam atau sesekali bicara tak berarah. Dan yang ku tau semua shock dan cukup bersedih menerima keadaanmu… Tapi asal kau tahu, semua yang disekitarmu slalu menyayangimu apa adanya, sungguh kami ikhlas harus ikhlas itu katanya.

Hari berjalan, tak ada yang berubah denganmu, hanya semakin tak terarah layaknya kami, layaknya makhluk terbaikNya hidup sehari- hari. Bulan, hanya menjadi waktu penuh harapan yang belum berujung… Sepuluh jari kami sudah tak cukup lagi untuk menghitung sudah berapa tahun keadaan ini terjadi padamu. Tapi asal kau tau, kami menyayangimu apa adanya.

Baca lebih lanjut