Pure Mother or Working Mother…

Pertanyaan yang berkali-kali mampir di kepalaku…

~tct~

Iklan

Drama Aktor Amatir dalam Angkot

Cukup sekali, cukup kemarin sore saja ga perlu ditambah lagi…

Setelah di Djogja dulu terakhir kali ketemu kawanan copet, tepat kemarin angkot yang kami [aku dan seorang teman] tumpangi menjadi sasaran orang- orang pemalas dan tak bertanggung jawab.
Angkot ‘kami’ emang cukup keren dibanding angkot yang lain, terbukti full musik, penerimaan dr supir yang nyaman dan lampu warna- warni yang terkesan rame.
Sampai di wilayah mitra batik 2 orang naik bersamaan, yang satu seorang bapak berperawakan tegak dan gimpal duduk di kursi mini membelakangi supir, satunya [entah kawannya atau bukan] duduk tepat di sebelahku, bapak yang ini pake celana 3/4 dan tak kalah gemuknya. Tiba- tiba muncul perasaan ga enak. Dan belum beberapa meter angkot itu berhenti dan menaikan seorang pemuda tinggi, memakai celana pendek dengan tas besar yang sepertinya kosong, dia duduk tepat di depanku. Lagi- lagi aku merasa ia memperhatikan gerak- gerikku yang memegang HP. Tak lama seorang pemuda yang cukup serupa pun mulai memenuhi angkot. “Knapa ga milih duduk di samping supir yang kosong ya?” pikirku…
Jadi klo disimpulkan penumpang angkot itu total 11 ditambah supir dan temannya termasuk aku.
Baca lebih lanjut

Getaran yang Menentramkan

Alhamdulillah, getarannya semakin menentramkan… Berusaha mengenali respon sederhananya, apa keinginannya dan hal yang ia suka…

Dan aku belajar banyak dari nya, aku diingatkan tentang proses penciptaan seorang manusia, ah betapa tak berdayaNya kita dulu, hanya segumpal darah, segumpal daging, lalu mulai ada rangka, mulai tumbuh lalu perjanjian denganNya ketika ruh ditiupkan… Allahu Akbar… Hanya tergantung asupan gizi ibu dan Allah tentu…

Maka ketika kefuturan menyapa, maka kau ingatkan tentang hakikat penciptaan manusia dari sudut lain… Jin dan manusia diciptakan untuk beribadah pada Allah… Maka aku belajar untuk mengurangi bahkan menyingkirkan rasa malas, karena imbasnya bukan hanya padaku tapi padamu juga, yang masih suci…

Rabbi, syukurku atas nikmat yang tak terhingga ini… Bantu kami menjaga amanah ini…

ditemani getaran lembutnya, sesekali lebih keras…