Mengulang Sejarah

Benarkah sejarah itu bisa terjadi lagi? Ini bukan tentang pelajaran sejarah yang rumit. Hanya sebuah cerita sederhana saja. Mamah adalah cucu kesayangan yayut [panggilan untuk ibunya nenek] dan aku merasa bisa bebas bercerita pada mimih dari pada mamah. Dan Kiani?

Aku berharap ia lebih dekat pada ku dan abahnya. Memang tak ada yang salah klo seorang anak lebih dekat pada nenek/ kakek nya, tapi wajar bukan jika seorang ibu ingin anaknya lebih dekat padanya dibanding dengan orang lain. Seorang ibu berharap bisa menjadi orang tua, sahabat dan guru sekaligus. Perfecto!! Ah ya, aku sedang dalam proses itu sekarang. Menjadi seorang ibu memang tak mudah. Mamah, nuhun tos ngadidik neng janten jalmi sapertos ayeuna.

Aku bukan siapa- siapa, hanya seorang anak biasa yang sedang belajar menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak- anakku. Sebuah proyek masa depan yang panjang dan kontinu. Yang kita tanam maka itulah yang akan kita panen esok hari. Proses belajar sepanjang masa yang tak habis dimakan usia. Didikan mamah dan papah dulu menjadikan aku yang sekarang. baiklah, minimal sama dan semoga bisa lebih baik. Memang tak 100% karena dalam perjalanan ada banyak faktor yang mempengaruhinya, termasuk lingkungan lain di luar rumah.

Allah, jadikan aku seorang anak yang mensyukuri nikmatnya menjadi seorang anak, jadikan aku istri yang slalu bersyukur dan berkhidmat atas nikmatnya mendampingi suami dan jadikan aku ibu yang bersyukur dan memahami hakikat seorang ibu… serta jadikan aku hamba Mu yang slalu berusaha menjadi hamba yang Kau inginkan bagian dari orang- orang sholeh/a… amiin.

r e f l e k s – – – – r e f l e k s i

Hanya sedang membayangkan apa yang pertama kali dilakukan ketika tiba- tiba pasukan israel datang mengepung kita??? Yang pada saat itu kita sedang dalam keadaan santai tanpa senjata.

Gerakan refleks seperti apa yang akan kita lakukan? Mencari tempat persembunyian lalu sembunyi dan hanya berdiam diri atau berani menghadapi pasukan tersebut mengikuti ‘intifadha’ atau apa? Berdo’a semoga jika dihadapkan pada keadaan seperti itu bisa berpikir jernih dan tidak melakukan hal ‘ bodoh’…

Gerak refleks salah satu bagian dari akhlak kita. Lalu akhlak? Bukankah ia cerminan dari keimanan dan akidah? Nah jika demikian maka ia juga bisa merefleksikan siapa diri kita… Astaghfirullah…

Mungkin terlalu berandai- andai jika dihadapkan pada saat pengepungan israel di Gaza. Sederhana saja apa yang akan keluar dari lisan kita ketika tersandung batu? Atau ketika melihat seorang nenek renta mengais sampah?

Rabb yang Maha membolak- balikan hati… Tetapkanlah hati ini untuk slalu mengingat Mu setiap saat. Hingga diri ini mampu berpikir jernih karena Mu. Berikanlah yang terbaik untuk saudara- saudara kami di Gaza sana…

New Mum 3#

New Mum 3# yang disederhanakan… [pas update blog, tulisannya ada di flashdisk dan khawatir ada virusnya makanya ga jadi di upload].

Sebuah Operasi Tak Terduga….

Ya begitulah kira- kira, karena ternyata aku ditakdirkan melahirkan melalui Operasi Caesar. Sungguh, tak pernah terpikir dan terbayangkan sebelumnya harus menjalani operasi ini dari awal hingga proses pemulihan. Sebelumnya dokter dan bidan serta ’ema beurang’ [istilah untuk paraji] menyatakan klo aku insyaAllah bisa melahirkan secara normal.

Akhirnya malam itu juga setelah hampir 15 jam menunggu, masuk juga ruang operasi untuk pertama kalinya. Rabbi, semoga semuanya berjalan lancar. Berbeda dengan proses kelahiran normal yang bisa ditemani oleh anggota keluarga saat prosesnya, kelahiran melalui operasi hanya boleh ditemani tim dokter dan para tenaga medis. Ya, mungkin memang harus seperti ini jalannya.

Sebelum masuk ke kamar operasi, suami dan keluarga besar hanya mengantar sampai pintu. Banyak do’a terucap banyak harapan dan saat itu hanya Allah yang menguatkan dan menemani. Rabb, dua jam ke depan bahka hingg 3 sampai 4 jam setelah operasi ini hamba mungkin tak sadarkan diri, maka kupasrahkan semuanya padamu… memohon yang terbaik dari Mu…

Lorong yang cukup dingin dan steril, semuanya tertata cukup bersih dan sampailah di sebuah ruangan yang sangat terang. ada banyak lampu, ada banyak alat dan perangkat medis, ada sekumpulan orang yang tak lain para tenaga medis dan tim dokter, anestesi, bedah, kandungan dan anak….

“Sudah siap?”

“insyaAllah….”

“Tim dokter insyaAllah siap, berdo’a bu… harus tenang…”

Maka pengecekan kesehatan pun dimulai. Alhamdulillah semuanya baik.

“Bu, mau bius lokal atau total?” ternyata ada 2 pilihan… Maka kupilih bius lokal saja, insyaAllah aku akan mendengar tangisnya untuk pertama kali meskipun 24 jam setelahnya aku diharuskan telentang dan 6 jam kemudian bius nya berangsur hilang… Akan mulai terasa ‘nikmatNya’ katasang dokter anestesi. Dengan bius lokal tak perlu menunggu waktu untuk bisa minum atau makan… bahkan saat operasi pun bisa minum.

Operasi pun dimulai…

Dan, alhamdulillah setengah jam kemudian bayi mungilku lahir dan aku mendengar tangisnya serta mencium pipinya untuk pertama kalinya… Alhamdulillah cantik. Selanjutnya ia langsung dibawa ke abahnya untuk di adzani. Sementara 1 jam kedepan tim dokter akan menyelesaikan operasinya, finishing…

Alhamdulillah… semua berjalan lancar. Terimakasih untuk do’anya…

Hari ini, alhamdulillah kiani tepat 3 bulan… Barakallah, ya sayang… Smoga menjadi anak yang sehat, sholeha dan cerdas. Berbakti pada Allah dan keluarga serta umatnya… amiin.

#…ReFresh

Cukup lama…

Biasanya hanya jalan- jalan ke tetangga atau sedikit menyapa tamu yang hanya lewat dan mampir. Alhamdulillah masih bisa menjelajahi ‘rumh’ sederhana ini. Rencana peremajaan tertunda sekian lama, yah setidaknya dengan mengubah sedikit tampilan, cukup membuatnya bersemangat kembali…

Bismillahirrahmanirrahiim….