Kelas Besar

Alhamdulillah tak terasa, sudah hampir dua tahun bergabung dengan sekolah tinggi ini, mungkin belum banyak yang dilakukan untuk kemajuannya selain berbagi dengan para mahasiswa nya yang semakin hari semakin banyak saja.  Turut bahagia, tapi di sisi lain ada kekhawatiran yang lain juga. Mahasiswa yang membludak dengan jumlah sarana dan alat ajar yang menurut ku ‘cukup’ dipaksakan. Ah masa iya satu kelas ada 60 orang bahkan kelas karyawan yang bisa bersama ku setiap rabu sore lebih padat lagi sempat mencapai 132 orang…

Klo hanya sesekali atau kuliah umum, bolehlah, tapi ini setiap pekan. Ah rasanya sangsi bisa berbagi secara optimal. Tapi itulah yang terjadi dan harus dinikmati. Kelas ini cukup membuat kepalaku berputar, ah bukan hanya dengan mahasiswanya yang 90% karyawan yang usianya di atasku, tapi dengan jadwalnya yang bertabrakan dengan waktu maghrib. Suatu hari terdengar seorang mahasiswa saat pertemuan pertama “Ngerti agama, tapi sholat ditabrak…” Okelah pekan depan rencanaku memang ada ‘break’ untuk sholat. Maka setelah 3 pekan dijalankan, hasilnya kelas yang tadinya sumpek dan padat sampe di ujung pintu hanya tersisa seperempatnya.  Apa maunya???

Terserah. Aku tetap akan begini dan mereka silakan… Mungkin hanya beberapa oknum kelas yang ngeyel, selebihnya masih banyak yang hadir sesuai jadwal dan cukup menikmati ‘suguhan sore’ menjelang magrib. Yah memang ada banyak hal yang tak sesempurna seperti yang kita harapkan tapi bisa jadi itulah yang terbaik…

Rabbishrahlii shodri wa yasirlii amri wahlul ‘uqdatammillisaani yafqahu qauli…

Semakin Besar…

Alhamdulillah Kiani makin besar, sekarang beranjak 7 bulan. Mulai makanan padat pendamping ASI. Sehari makannya 3 kali ditambah buah-buahan. Makin lincah, meskipun tubuhnya langsing [ga gemuk]. Alhamdulillah sekarang sudah bisa merayap kesana kemari dan mulai berani ‘naik’ ke tempat yang lebih tinggi untuk mengambil sesuatu yang ia inginkan, mainan, buku2 ummi atau abah yang tergeletak… Ia pun mulai mengoceh aaaa iiii aeeehhh dan lainnya. sayang, ummi semakin sayang padamu. Ia pun semakin kenal dengan penduduk rumah, keluarga dan sebagian tetangga dekat… Terutama tentu ummi, abah dan enin, yang biasa menjaganya klo ummi dan abah ga di rumah…