Do’a

“Kau tahu apa yang membuatku mampu bertahan? Kau tahu aku takkan pernah berpaling? Apa kau masih tak yakin??”

Kusut, lusuh dan lemas. Wanita itu tak pernah pergi menjauh selangkah pun darinya, apapun yang terjadi. Seberapa jauhnya lelaki itu telah pergi menjauh darinya. Seberapa sakit hatinya, ia tetap bertahan.

“Karena Allah, jawabnya”

hey, yakinlah, do’a seorang istri itu makbul, do’a terbaik untuk lelakinya, do’a penuh keikhlasan dan pasrah. Apapun jawaban do’anya, menurut Allah adalah yang terbaik. hey, saat hatinya tak mampu membuatmu sakit, saat lisannya takut membuatmu kecewa lalu marah, saat sikapnya khawatir membuatmu menjauh, maka saat itulah selemah- lemahnya… do’a. Maka langit pun mengaminkan. Allah, punya cara indah untuknya. tak perlu lagi, beradu argumen, tak ada lagi ketakutan membuatnya kecewa… cara Nya semakin membuktikan, bahwa dia selalu ada untuknya.

 

Prestasi

“Dulu ummi juara?”

“iyah”

“Juara apa?”

“Banyak…”

Prestasi zaman dulu itu, prestasi zaman sekarang itu, berhasil memalui pagi hari sebelum sekolah tanpa drama berurai air mata dan tanpa nada tinggi “hoghag”. Ada implikasi yang menentukan keberhasilan prestasi ini. Mood bapak, mood ibu dan mood anak. Suasana hati ibu dipengaruhi oleh suasana hati bapaknya. Suasana hati ibu yang bahagia menciptakan suasana pagi yang harmonis, noDrama sebelum sekolah di pagi hari, noDrama sebelum tidur di malam hari.

Emak juara itu kalau berhasil melalui godaan Drama di dua waktu ajaib. Smoga.

Ketika SC Cara Terbaik dari Nya

Dua kali lahiran SC alias lewat operasi Caesar, hampir selalu sukses bikin saya baper kalau ada temen atau sahabat yang berhasil lahiran spontan, natural atau lahir lewat jalan normal. Baper yang mungkin kadang mengurangi rasa syukur, sekarang alhamdulillah bisa sehat dan ‘langsing’ lagi. Baper yang ga penting, karena masih banyak hal yang harus lebih disyukuri daripada baper karena belom pernah merasakan sensasi lahiran normal.

Ah apa mungkin itu fitrah emak- emak seumuran saya yang masih suka baper? Meskipun si baper ini hanya sesaat tapi cukup membuat saya harus mencuri waktu untuk curhat sama si dia, yang mungkin harus rela waktu kerjanya juga diganggu. Setelah curhat panjang lebar, merasa diingatkan, ngapain baper? Masih banyak yang harus disyukuri. Ada banyak perempuan lain yang masih belum pernah merasa hamil atau melahirkan, yang ga akan ambil pusing apapun cara melahirkannya. Ada banyak perempuan lain yang masih berharap memiliki buah hati. Sementara kita? Alhamdulillah sehat dengan anak- anak yang sehat, sholeh/a dan lucu. Allah, rabbighfirlii, Maka nikmat Tuhan Mu yang manakah yang (akan) kau dustakan?

Yakinlah, apa yang sudah terjadi, apapun cara yang harus dilalui… itu cara terbaik dari Nya, cara Allah mencintai kita dengan sebaik- baik Cinta dan sebaik- baik cerita. Cerita ini yang kelak akan kita sampaikan sebagai pelajaran..

Notenya: cukup dengarkan, pahami, tenangkan lalu yakinkan…. ketika perempuan curhat. Jazakallah a.