Bukit Bintang

Karena alam akan membuat kita menjadi diri sendiri.  Seperti kita. Ketika kita berada di antara langit dan rumput yang kita pijak,  penyemangat dan pengingat kesyukuran.  Penyemangat,  karena ada sesuatu yang lebih tinggi,  lebih baik dan lebih hebat yang harus kita capai.  Pengingat rasa syukur,  karena tidak semua bisa berada di tempat kita saat ini. Takan pernah berhenti untuk saling menghebatkan (e.s 2017).  Janji. Di bukit ketika hanya kita, dan kamu menjadi satu satunya manusia yang disampingku. 

Iklan

Langit Malam

Malam itu menjadi bukti,  bahwa hanya Dia yang paling tau isi hati manusia,  sekuat apapun kau berusaha jujur, bagaimana tidak ada dua rasa dalam satu waktu? Bahkan ketika kedua mata saling menatap.  Bahkan malam itu,  beda tipis antara rasa kasihan dan rasa kasih,  yang hanya beda nyata di akhiran “-an”. Ketika, kita menatap langit yang sama dengan dua rasa berbeda yang berkecamuk. Kasihan. Malam itu, dengan tatapan berbeda, yang kurasa tapi ku tepis sekuat tenaga,  yang nyatanya… Malam itu, ketika kau berhasil memilih rasa,  dan bertekad untuk terus membarukannya, bersamaku dan kau yakin Dia akan slalu menuntunmu. Malam itu dan setelahnya,  betapa Dia Maha Baik.