Tapi asal kau tau, kami menyayangimu apa adanya…

Setelah sekian lama akhirnya smartsholeha berhasil terupdate, senangnya…
Tulisan terakhir hampir sebulan yang lalu… UN dan Idealisme… Karena memang tulisannya terinspirasi dari fenomena UN di Indonesia yang semakin tak jelas kemana arahnya… Dan tulisan ini terinspirasi dari seseorang yang kusayangi dan mencintaiku apapun keadaanya… Seseorang yang terpaut 19 tahun dariku.

Entahlah, apa yang membuatmu tetap mencintai kami…

Keadaan berubah sejak hari itu, keadaan berubah sejak mobil itu mengantarmu pulang, kembali ke rumah…
Tak terlalu ingat keadaan mu saat itu, tapi yang kutahu dari cerita orang sekitar sejak kecil kau sangat mencintaiku dan seluruh keponakanmu, tanpa kecuali. Dulu, aku pun tak terlalu paham apa yang terjadi dengan mu, yang kutahu sepanjang hari hanya diam atau sesekali bicara tak berarah. Dan yang ku tau semua shock dan cukup bersedih menerima keadaanmu… Tapi asal kau tahu, semua yang disekitarmu slalu menyayangimu apa adanya, sungguh kami ikhlas harus ikhlas itu katanya.

Hari berjalan, tak ada yang berubah denganmu, hanya semakin tak terarah layaknya kami, layaknya makhluk terbaikNya hidup sehari- hari. Bulan, hanya menjadi waktu penuh harapan yang belum berujung… Sepuluh jari kami sudah tak cukup lagi untuk menghitung sudah berapa tahun keadaan ini terjadi padamu. Tapi asal kau tau, kami menyayangimu apa adanya.

Baca lebih lanjut

nurani 2#

Aku tak sedang melankolis, aku hanya sedang berdialog dengan nurani. Ia sedang membisikan sesuatu tentang diri. Perubahan kah? Kemana arahnya? Ingatkan tentang tujuannya dan visi lalu misi hidup. Dan berbisiklah lebih keras lagi!! Agar tersadar dan tak lagi tertidur dibuai mimpi. Bergerak, karena setiap harap itu butuh ikhtiar, bukan? Ah… nurani, smoga aku tak lagi lupa membiarkan hati tempatmu berbisik lirih, tertindih maksiat. Agar dalam keramaian aku masih bisa mendengarkanmu berkata, tak hanya dalam hening atau sepi. Ketika itu, mungkin tergeserlah melankolis.

***

Baca lebih lanjut

Narsis VS Motto

Kata narsis semakin di telinga kita, ga anak- anak, dewasa bahkan manula… Klo dulu masih banyak orang yang tanya “narsis itu apaan?” Sekarang yang ga tau apa artinya narsis aja banyak banget yang melafalkan kata itu dengan ringan…

Nah ada satu lagi yang sejenis namun beda… Motto ato sekedar kalimat pendek yang jadi salah satu penyemangat pribadi, misalnya Smartsholeha. Nah menurut temen- temen ini narsis [dalam persepsi umum] ato bukan? Yah… Klo menurut si pemilik blog ini bukan sebuah kenarsisan tapi Smartsholeha adalah salah satu kata penyemangat untuk sang pemilik sekaligus do’a yang terlontar secara tak sengaja untuk si pemilik panggilan itu… Apa bedanya dengan nama panggilan?

Yah, itu smua tergantung kita masing- masing memandangnya dari sudut dan pihak mana. Mungkin di dunia ini setiap orang memiliki kata penyemangat, motto, slogan dan sejenisnya dibalik Visi dan Misi nya… Pun dengan smartsholeha [smoga…].

Baca lebih lanjut

1 + 1 =… lalu 1 x 1 =… lalu 1:1=… dan bagaimana jika dikurangi?

Jika kini, kau masih menikmati hanya berdialog dengan bayangan, berdua saja disaksikan Nya, jika kini sepi dan malam lebih sering menjadi teman mu, jika kini sisi melankolis lebih mungkin lebih mendominasimu, jika kini kau masih bisa sibuk dengan diri, membangunnya atau merobohkannya lagi lalu bangun lagi, jika kini kau mungkin masih bisa bersembunyi dari makhluk selainmu ketika kau ingin menyembunyikan sesuatu dari mereka, sekedar sakit, lelah, kesal, tangis ataupun tawa. Tapi ketika perjanjian agung itu telah dilakukan, maka kau tak lagi sendirian… Ada sesosok manusia lain yang akan ikut merasakan apa yang kau rasakan…

Baca lebih lanjut

Wake up!!

Assalamu’alaikum…. pa kabar smartsholeha??  pa kabar kawan?

Knapa menggunakan kata “wake up”? Kata itu terlontar dari lisan seorang yang tak sekedar biasa bagiku beberapa hari yang lalu, saat kemalasan kembali menyelimuti dan saat diri ini kembali tersadar, jauh diluar kesadaran diri saat kata itu terlontar!! Bukankah tak sekedar “wake up” ?? Yap! hatur nuhun… Kau tau? Ternyata bagiku kata itu tak hanya sekedar membangunkanku, tapi membangunkan seluruh jiwa, pikiran dan hatiku… so, kata ini kugunakan sebagai judul pembuka.

Baca lebih lanjut

Belajar Baca Cara Kita…

Hari ini mengajarkan membaca huruf latin lagi padanya. Selalu ada alasan untuk malas belajar membaca, cape-lah, ngantuk-lah, masih pengen main, masih laper dan alasan yang kadang membuat kepala ini berputar- putar, “kamu cerdas, karena ga semua anak kecil bisa ‘berbohong’… Smoga masih dalam koridor kebohongan yang diperbolehkan“. [Ada yang sepakat?]. Dan harus ada cara baru untuk membuatnya bertahan setidaknya 15 menit duduk bersamaku, hanya untuk belajar membaca.

Kemarin malam, kami membaca sambil menyanyikan kata- kata yang kami temui. Misalnya, 

“ro- da          ro da” (berpikir sejenak, tak lama…. Kring-kring-kring ada speda, spedaku roda tiga kudapat dari ibu karena rajin mmbantu..)

“ma- ta        ma ta; ka- ki           ka ki” (kali ini,… 2 mata saya yang kiri dan kanan, 1 mulut saya tidak berhenti makan,2 tangan saya yang kiri dan kanan, 2 kaki saya pake spatu  baru.. ) dengan logat polosnya.

 “li- ma         li ma” (kira- kira lagu apa yang ada kata lima- nya ya, tiba- tiba, DORRR! aku ingat, balonku ada lima, rupa- rupa warnanya hijau, kuning kelabu, merah muda dan biru…seterusnya lagu balonku)

hanya empat kata dari lebih 10 kata yang kami baca, masih banyak lagu- lagu lainnya, yang kadang kami ubah syairnya.. Subhanallah.. Alhamdulillah ia bisa bertahan lebih lama dari biasanya hampir 1,5 jam. itupun setelah ia mengeluh… “Mima, aku laper..” Alasan yang asli, karena memang sudah waktunya makan malam.

Sebelumnya, pernah ia bilang,” Aku bosan” , gejala2 yang kurang baik, ketika ia bosan belajar membaca aku mencoba menawarkan mengaji, ternyata ia masih ogah- ogahan. Dan pilihan yang lain, aku menawarkan berhitung… Ia lebih suka belajar matematika. Dan ia mengiyakannya. Tapi ini adalah waktunya ia belajar membaca. belajar baca kali ini 2 in 1, berhitung sambil membaca.

“Mau berhitung ya, kak? Coba sekarang cari “nadi halaman ini ada berapa?”

“Klo “na” nya mima, hapus 1, jadi berapa?”

Dan seterusnya, bertambah jadi 1 kata, cari kata “lari”, ” baju”, “nasi”, “susu”, “sapu” dan lainnya. Alhamdulillah cukup efektif, dan ia ketagihan. Tapi jangan dipikir cara ini bisa bertahan beberapa hari, hanya 1 sampai 3 kali. Harus ada cara yang ‘baru’ untuk nya.

Subhanallah, ternyata harus selalu mencari cara agar belajar terasa lebih menyenangkan. Terkadang dia memperagakan bentuk huruf dengan gerakan/ sikap badan, sambil bernyanyi… Smoga belajar baginya, ga akan menjadi hal yang membosankan.

Tadi malam, kami belajar membaca lagi ba’da sholat maghrib dan aku ngantuk.. Ia memperhatikan ku dan… “Mima, cape? Ngantuk? Sakit?” tanya nya dengan gaya yang mirip dengan ibunya… dengan menggeleng- geleng kepala, kujawab “Ga koq, cuma agak ngantuk aja“. Tak lama ia melanjutkan celotehnya, “Sebenarnya aku agak sakit, kayaknya mau flu, jadi kalo baca pusing” .

Aku jadi khawatir, ” Ya udah malam ini, udah dulu aja, sambil kaka istirahat, dengerin mima ngaji..”, dan apa katanya? “Mima, tapi klo mima sendiri yang ngaji, aku jadi ngantuk… dan ga seger” Hmm.. ternyata, gejala kebohongan yang kedua, dan “YA UDAH, kita ngaji bareng ya.. “. Dia menganggukan kepala, dan hanya bertahan 5 menit.. langsung kejar- kejaran dengan adiknya.

“Kaka! belum selese !! ” Dia berbalik dan berkata ” Mima, aku lagi kalah sama setannya nih, soalnya kan aku ngajinya sambil lari- lari… bentar lagi aku belajar lagi koq.. kan jadi aku yang menang, setannya takut”  (?? Aku baru ingat, sebelumnya aku bilang, klo belajar nya ga anteng- tenang- berarti kaka lagi digangguin ma setannya, makanya baca bismillah sebelum belajar, biar setan-nya lari.. Dan ternyata itu cukup membekas untuknya. ^_^. Tanpa bermaksud menakuti nya. )

Semoga budaya membaca menjadi salah satu bagian dari diri kita, karena Allah memerintahkan kita membaca “Iqra”, sebagaimana firman Nya yang pertama kali turun di QS Al- ‘Alaq : 1-5, “Iqra bismirabbikalladzi khalaq..”. Karena ilmu takan datang dengan sendirinya.