Singgasana

Gadis kecilku, kau tau betapa sayang ummimu ini padamu? Kau tau betapa besar rasa penyesalan dan kecewa ummi atas pilihan ummi di masa emasmu? Gadis kecilku, andai ummi bisa membayar ribuan hari yang terlewatkan bersamamu, ummi habiskan tabungan ummi untuk membayarnya. Sayangnya, ummi takkan pernah bisa.

Gadis kecilku, kau tau betapa sayang ummimu ini padamu? Kau sangat hapal betapa cerewetnya ummimu di pagi, sore dan malam hari… Betapa rewelnya ummimu ini tentang makan, tentang tidur, tentang belajar apalagi tentang sholat. Sayangku, kau tahu ummi melakukannya bukan karena ummi tak sayang… Ummi teramat menyayangimu.

Gadis kecilku, singgasanaku, maafkan ummi yang begini adanya. Ummi yang kadang ‘tak bersikap manis’ di depanmu. Ummimu ini sudah cerewet sejak dulu, ummi tak ingin memaksamu untuk melakukan ini dan itu, tapi hidup kita diatur oleh aturan, hidup kita harus memiliki pedoman, hidup kita harus memiliki tujuan. Jika saat ini ummi keras, sayangku, di luar sana kita harus lebih kuat. Jika ummi minta kka belajar, percayalah kak, karena sebagai seorang muslim, kita harus dan butuh belajar banyak hal. Tak ada yang mudah dan instan, kak. Dan , karena nilai dari proses itu lebih berharga dari hasil akhirnya.

Singgasanaku, wanita cerdas, bijak dan berakal jernih… Tetaplah membanggakan. Tetaplah menjadi penyejuk mata hati kami. Gadis kecilku, smoga selalu disayang Allah, Rabb semesta alam. Smoga Allah, memudahkanmu menjadi wanita sholehah, bagian dari para pendamping pemimpin umat. Smoga Allah, memudahkanmu menggapai cita. Memudahkanmu, mengamalkan setiap ayat yang sudah kka hapal. Sehat selalu dan bahagia dunia akhirat.

Selamat hari lahir singgasanaku.17191946_10155071898031730_1998764310124107174_o

Bloger

Dulu, bloger, sekarang cuma hobi menulis di blog pribadi. Bedanya? Dulu rajin ngeblog, sekarang jarang, itupun kalau ada kesempatan nyuri waktu di kantor atau habis anak- anak tidur malem, dan inipun kalau ga ketiduran. Ah bloger macam apa sayah? Tapi esok, lusa, atau suatu hati nanti insyaAllah, blog ini semakin berwarna.

 

Do’a

“Kau tahu apa yang membuatku mampu bertahan? Kau tahu aku takkan pernah berpaling? Apa kau masih tak yakin??”

Kusut, lusuh dan lemas. Wanita itu tak pernah pergi menjauh selangkah pun darinya, apapun yang terjadi. Seberapa jauhnya lelaki itu telah pergi menjauh darinya. Seberapa sakit hatinya, ia tetap bertahan.

“Karena Allah, jawabnya”

hey, yakinlah, do’a seorang istri itu makbul, do’a terbaik untuk lelakinya, do’a penuh keikhlasan dan pasrah. Apapun jawaban do’anya, menurut Allah adalah yang terbaik. hey, saat hatinya tak mampu membuatmu sakit, saat lisannya takut membuatmu kecewa lalu marah, saat sikapnya khawatir membuatmu menjauh, maka saat itulah selemah- lemahnya… do’a. Maka langit pun mengaminkan. Allah, punya cara indah untuknya. tak perlu lagi, beradu argumen, tak ada lagi ketakutan membuatnya kecewa… cara Nya semakin membuktikan, bahwa dia selalu ada untuknya.

 

Prestasi

“Dulu ummi juara?”

“iyah”

“Juara apa?”

“Banyak…”

Prestasi zaman dulu itu, prestasi zaman sekarang itu, berhasil memalui pagi hari sebelum sekolah tanpa drama berurai air mata dan tanpa nada tinggi “hoghag”. Ada implikasi yang menentukan keberhasilan prestasi ini. Mood bapak, mood ibu dan mood anak. Suasana hati ibu dipengaruhi oleh suasana hati bapaknya. Suasana hati ibu yang bahagia menciptakan suasana pagi yang harmonis, noDrama sebelum sekolah di pagi hari, noDrama sebelum tidur di malam hari.

Emak juara itu kalau berhasil melalui godaan Drama di dua waktu ajaib. Smoga.

Ketika SC Cara Terbaik dari Nya

Dua kali lahiran SC alias lewat operasi Caesar, hampir selalu sukses bikin saya baper kalau ada temen atau sahabat yang berhasil lahiran spontan, natural atau lahir lewat jalan normal. Baper yang mungkin kadang mengurangi rasa syukur, sekarang alhamdulillah bisa sehat dan ‘langsing’ lagi. Baper yang ga penting, karena masih banyak hal yang harus lebih disyukuri daripada baper karena belom pernah merasakan sensasi lahiran normal.

Ah apa mungkin itu fitrah emak- emak seumuran saya yang masih suka baper? Meskipun si baper ini hanya sesaat tapi cukup membuat saya harus mencuri waktu untuk curhat sama si dia, yang mungkin harus rela waktu kerjanya juga diganggu. Setelah curhat panjang lebar, merasa diingatkan, ngapain baper? Masih banyak yang harus disyukuri. Ada banyak perempuan lain yang masih belum pernah merasa hamil atau melahirkan, yang ga akan ambil pusing apapun cara melahirkannya. Ada banyak perempuan lain yang masih berharap memiliki buah hati. Sementara kita? Alhamdulillah sehat dengan anak- anak yang sehat, sholeh/a dan lucu. Allah, rabbighfirlii, Maka nikmat Tuhan Mu yang manakah yang (akan) kau dustakan?

Yakinlah, apa yang sudah terjadi, apapun cara yang harus dilalui… itu cara terbaik dari Nya, cara Allah mencintai kita dengan sebaik- baik Cinta dan sebaik- baik cerita. Cerita ini yang kelak akan kita sampaikan sebagai pelajaran..

Notenya: cukup dengarkan, pahami, tenangkan lalu yakinkan…. ketika perempuan curhat. Jazakallah a.

Delapan

​Alhamdulillah..

Delapan tahun lalu hari ini jam segini, pertama kalinya hanya berdua denganmu, setelah menjadi raja dan ratu sehari. Belajar mulai dari nol dengan bekal secukupnya.
Delapan tahun yang penuh warna, jazakallah a @asep_yagi , delapan tahun lalu sejak kapal kita mulai berlayar, banyak hal yang kita temukan di samudra kehidupan, banyak hal yang kita pelajari dan syukuri, dan masih banyak pula ilmu yang harus kita miliki untuk menempuh perjalanan ini.. Terus semangat, lebih dari ucapan terima kasih, telah menjadi nakhoda yang kami butuhkan..
Dulu berdua, bertiga dan sekarang berempat.. Abah, ummi , kka dan dda..
Abah, smoga sakinah mawaddah wa rahmah bersamamu, menua bersamamu dalam keberkahan, yang lalu, kini, esok, nanti dan selalu hingga ke surga..

Smoga menjadi keluarga sholeh dan mensholehkan.. Smoga slalu disayang Allah. amiin..
Lupu

#281208

#281216

Masih edisi #weddinganniversary_8th_abahummi

#lovelypartner 

#lovelyteamwork 

#https://smartsholeha.wordpress.com

Dinas Luar Bikin Baper

Sejujurnya, kebaperan kali ini disponsori oleh padatnya jadwal suami dinas luar. Kenapa harus dinas luar? Jawabannya karena ‘tugas’ dan memang ‘ditugaskan’, jadi ya ketika ditugaskan harus amanah menjalankannya. Lah trus, tau tugas kenapa masih baper? Karena saya perempuan yang punya perasaan, bukan karena cemburu (yang itu tuh) lho ya, karena 2 episode LDL, cukup efektif menekan rasa cemburu saya, insyaAllah suami amanah dan insyaAllah Allah menjaga (hati) suami dari hal ini ( saya percaya, dia juga takut sama Allah).

Setiap beliau mengabari, kalau hari x sampai y itu beliau dinas luar, tiba-tiba refleks kebaperan ala emak-emak otomatis muncul. Padahal dulu pas jamannya LDR rasanya kami termasuk anak-anak sudah terasah untuk ini. Tapi ternyata untuk hal ini, LDR ga jamin. 

Hey, perempuanmu ini ga bisa jelaskan secara ‘jentre’ alasan kebaperan ini. Meskipun sudah mencoba bikin berparagraf-paragraf, dihapus, ditulis lagi dan dihapus lagi, tetap ga bisa. Hey, perempuan mu tak bisa dan tak pernah menolak atau melarang untuk hal ini, tapi maaf karena kebaperannya membuatmu merasa berat dan terbebani. Mungkin ini bagian dari yang namanya cinta yang sulit dijelaskan. Percayalah, insyaAllah perempuan ini hanya perlu dimengerti, didengarkan, diberi pundak dan pelukan juga dibekali paket komplit sebelum dan setelahnya.

Terimakasih, sudah mencoba memahami. Karena mencintai itu satu paket, bukan sebagian, tapi menyeluruh. Karena menikah itu belajar sepanjang waktu, bukan sekedar membaca buku, bukan pula belajar dari pengalaman orang lain. Karena nyatanya kita, aku dan kamu yang menjalankan, yang merasakan dan menikmati. Karena hubungan ini istimewa, karena Allah yang mengikat perjanjiannya. Happy to learn and learn, more and more to be the best of us..